AYOJAKARTA.COM - Dalam rekaman CCTV yang ditampilkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (20/12/22) diketahui hanya dua video yang berada di rumah Saguling.
Dua rekaman itu terletak di lantai satu yang menghadap garasi dan menghadap pintu lift.
Saksi ahli yang merupakan anggota Digital Forensik Mabes Polri, Heri Priyanto mengaku mendapatkan semua bahan penyidikan dari penyidik Polda Metro Jaya.
"Apakah yang saudara dapatkan rekaman CCTV tadi pada waktu di rumah Saguling hanya dua itu saja atau ada yang lain?" tanya Hakim Wahyu.
"Ada sekitar 53 Yang Mulia, tapi sudah disampaikan di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), 337 Yang Mulia bahwa yang krusial memang yang kami setelkan," jawab saksi ahli.
Setelah CCTV diputarkan, hakim ketua pun bertanya kepada Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Ricky Rizal dan Richard Eliezer soal tanggapannya tentang pemutaran rekaman CCTV di rumah Duren Tiga maupun Saguling.
Menanggapi rekaman CCTV yang sudah diputarkan tersebut, Ferdy Sambo berharap majelis hakim bisa memberikan penilaian objektif atas keterangan para terdakwa.
"Terima kasih Yang Mulia, dengan diputarkannya CCTV ini, kami berharap Yang Mulia dapat menilai objektif semua keterangan dari terdakwa ini karena konstruksi yang dibangun penyidik ini harus mentersangkakan kami semua yang ada di Duren Tiga," kata Ferdy Sambo.
Sedangkan untuk terdakwa Putri Candrawathi dan Ricky Rizal Wibowo tak memberikan tanggapan atas pemutaran rekaman CCTV tersebut.
Baca Juga: Inilah Tanggapan Kuat Maruf yang Buat Audiens Terpingkal Saat Disebut Kepintaranya Dibawah Rata-Rata
Sementara untuk terdakwa Kuat Maruf hanya menanggapinya dengan santai.
Dirinya menjadi tahu kapan dia naik dan turun ke dalam mobil.
"Baik Yang Mulia, saya terima kasih kepada Pak Hakim yang telah mengizinkan memutar ulang CCTV. Jadi saya ketahuan kapan naiknya, dan kapan turunnya. Terima kasih, Yang Mulia," kata Kuat Maruf disambut tepuk tangan dan tawa kecil dari pengunjung sidang.
Kemudian giliran terdakwa Richard Eliezer yang memberikan tanggapan.
Menurutnya dari rekaman CCTV itu bisa tergambar tentang pemindahan barang.
Sebelum dibawa ke lantai tiga, barang-barang tersebut disemprot desinfektan lebih dulu agar steril.
Selain itu, Bharada E juga menyebutkan banyak rekaman CCTV yang tercecer.
"Izin Yang Mulia, saya hanya ingin menyampaikan untuk yang barang-barang disterilkan dulu di tempat ajudan itu disemprot desinfektan baru naik ke lantai tiga," jelas Richard Eliezer dikutip ayojakarta.com dari YouTube metrotvnews, Rabu (21/12/2022).
"Nanti saudara jelaskan," jawab Hakim Ketua.
"Untuk CCTV cuma ada di lantai satu saja Yang Mulia karena banyak yang tercecer," tutur Richard Eliezer.
"Baik, nanti kita akan lihat ya," jawab Hakim Ketua.***

Share this article
Berikut tanggapan Richard Eliezer soal rekaman CCTV yang diputar saksi ahli, benarkah masih banyak yang tercecer?