AYOJAKARTA.COM-- Persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua terus bergulir, satu demi satu fakta dibalik kematian Yosua mulai terungkap. Meski pihak Ferdy Sambo diketahui masih terus berkelit soal keterlibatanya.
Kendati demikian, Ronny Talapessy kuasa hukum Richard Eliezer terus mengutarakan bahwa dalang dibalik peristiwa penembakan itu semua adalah otak yang direncanakan oleh Ferdy Sambo.
Ronny menyebut bahwa kliennya juga salah satu korban dari aktor intelektual yakni Ferdy Sambo. Sehingga ia berharap semua fakta yang sebenarnya dibalik tewasnya Yosua bisa terungkap di persidangan.
Baca Juga: Inilah 7 Kota di Indonesia yang Relatif Aman dari Ancaman Gempa Bumi dan Tsunami, Adakah Daerahmu?
"Catatan kami yang pertama itu adalah terkait dengan ahli kriminologi, disini menjelaskan bahwa klien kami bukan merupakan aktor intelektual. Tadi disampaikan bahwa aktor intelektual itu dalam hal membagi kerja kemudian membuat skenario, kemudian berupaya tidak terlihat teridentifikasi dari sebuah perkara," kata Ronny seperti dilansir dari kanal Youtube Kompas TV pada Senin (19/12/2022).
Menurutnya, pernyataan dari saksi ahli kriminologi yang disebutkan oleh Prof Muhammad Mustofa semakin membuktikan bahwa dalang otak operasi pembunuhan Yosua adalah terdakwa Ferdy Sambo sendiri sebagai aktor intelektual.
Dimana Ferdy Sambo diduga kuat memiliki potensi besar dalam memerintah, membuat skenario bahkan membagi kerja dalam eksekusi penembakan Brigadir Yosua.
Baca Juga: Download Video TikTok Tanpa Watermark dengan 4 Platform Downloader Terbaik Ini
Selain itu, Ronny mengatakan bahwa perintah Ferdy Sambo pada saat itu tidak bisa kliennya (Richard Eliezer) tolak, lantaran pangkat Eliezer merupakan pangkat terendah di kepolisian. Sementara Ferdy Sambo saat itu sebagai jenderal bintang dua.
"Hal ini menjelaskan mengenai perihal perintah jadi klien saya tidak mungkin melakukan tanpa adanya perintah, kemudian kemungkinan kecil menolak," tambahnya.
Kemudian Ronny menambahkan, soal adanya relasi kuasa Ferdy Sambo yang membuat kasus ini semakin rumit untuk dipecahkan. Terbukti adanya keterlibatan pihak polisi lainnya yang mencoba menghamburkan penyidikan pada kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
"Karena tadi sudah disampaikan oleh kriminologi bahwa ikatan pangkat klien saya berhadapan dengan Irjen, pada saat itu Irjen. Nah ini menjelaskan terkait relasi kuasa yang dari awal kita sampaikan bahwa ini terkait dengan relasi kuasa," kata Ronny
"Kemudian, yang tadi kami perhatikan adalah mencoba untuk menghamburkan peristiwa, olah TKP. Sudah terungkap di persidangan bahwa lokasi TKP-nya rusak," imbuhnya.

Share this article
Ronny Talapessy kuasa hukum Richard Eliezer menyebut bahwa kliennya juga salah satu korban dari aktor intelektual yakni Ferdy Sambo.