AYOJAKARTA.COM - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa pada hari ini, Senin 19 Desember 2022.
Laksamana Yudo Margono sebelumnya diajukan Presiden Joko Widodo melalui Surat Presiden (surpres) kepada Ketua DPR Puan Maharani menjadi calon tunggal Panglima TNI pada 28 November 2022.
"Dalam surpres yang kami terima disebutkan nama yang akan diajukan ke DPR untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa," kata Puan.
"Saya akan mengumumkan bahwa nama yang diusulkan oleh presiden untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa adalah Laksamana Yudo Margono," tambahnya.
Setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan, Laksamana Yudo Margono akhirnya disetujui Komisi I DPR RI untuk menjadi Panglima TNI pada Jumat, 2 Desember 2022.
Kemudian pada tanggal 13 Desember 2022, nama Laksamana Yudo Margono dibawa ke dalam rapat paripurna DPR RI dan diputuskan menjadi Jenderal Panglima TNI yang baru.
Profil dan Karir
Yudo Margono Lahir pada 26 November 1965, di Desa Garon, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Baca Juga: 15 Ucapan Tahun Baru 2023 yang Bisa Diberikan untuk Teman dalam Bahasa Inggris, Pastinya Keren!
Dikutip dari kanal Youtube Kompas TV, Yudo merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-XXXIII tahun 1988.
Yudo memiliki sejumlah jabatan strategis selama berkarir di militer dan memulai semua itu dari bawah.
Sebelum menjadi KSAL pada tahun 2020, Yudo sempat mengemban beberapa jabatan penting dalam dunia militer.
Pada awal karirnya Yudo sempat menjabat sebagai Asisten Perwira Divisi (Aspadiv) Senjata Artileri Rudal di KRI YNS 332 (1988).
Baca Juga: Innalillahi! Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tewaskan 2 Pekerja WNA China, Ini Kronologinya
Kemudian Kadep Ops KRI Ki Hajar Dewantara 364 dan Palaksa KRI Fatahillah 361.
Lalu menjabat sebagai Komandan KRI Pandrong 801, KRI Sutanto 877, dan KRI Ahmad Yani 351
Area penugasan Yudo juga menyebar dari wilayah Indonesia timur ke Indonesia barat.
Ia tercatat pernah menjadi Komandan Pangkalan TNI AL di Tual, Maluku (2004-2008) dan Sorong, Papua (2008-2010).
Baca Juga: Kecelakaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tewaskan 2 Pekerja Asing, Ridwan Kamil Buka Suara
Selain pernah menjadi Komandan Satuan Eskorta di Armada Timur TNI AL (2011-2012), Yudo juga menjadi Komandan Latihan Armada Barat TNI AL (2012-2014).
Ia kemudian menjadi Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Belawan pada 2015-2016 dan sempat menenggelamkan beberapa kapal pencuri ikan di era Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Nama Yudo mulai mendapat atensi saat menjabat sebagai Panglima Armada I.
Kala itu timnya menemukan black box pesawat Lion Air yang jatuh setelah lepas landas di perairan Karawang, Jawa Barat, pada tahun 2018.
Kemudian di tahun 2019, Yudo menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I.
Organisasi ini dibentuk saat Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI dan memiliki tugas kepada masing-masing panglima untuk menjadi perpanjangan tangan Panglima TNI bagi penggunaan kekuatan TNI.
Pada awal 2020, adanya kapal-kapal penjaga pantai China di Laut Natuna Utara membuat nelayan-nelayan Indonesia enggan melaut.
Saat itu, Yudo selaku Pangkogabwilhan I memimpin pasukan, terutama TNI AL dan TNI AU, untuk mengerahkan operasi siaga tempur dan menjaga wilayah Laut Natuna Utara.
Karir tertinggi Laksamana Yudo sebelum menjadi Jenderal Panglima TNI yaitu menjadi Kepala Staf (KSAL) TNI AL pada 20 Mei 2020.***

Share this article
Hari ini, 19 Desember 2022, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo.