Tanpa Tes, Richard Eliezer Akui Dapat Senjata dari Propam Saat Bertugas Sebagai Ajudan Ferdy Sambo

Tanpa Tes, Richard Eliezer Akui Dapat Senjata dari Propam Saat Bertugas Sebagai Ajudan Ferdy Sambo
Tanpa Tes, Richard Eliezer Akui Dapat Senjata dari Propam Saat Bertugas Sebagai Ajudan Ferdy Sambo

AYOJAKARTA.COM-- Dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua kemarin, terdakwa Richard Eliezer mengaku mendapatkan senjata api dari Divisi Profesi dan Keamanan (Propam) tanpa jalani tes psikologi.

Hal tersebut diakuinya saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim di persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Awalnya hakim bertanya soal kepemilikan senjata api kepada Richard Eliezer, ia pun bercerita bahwa saat dalam kesatuan dirinya dibekali laras panjang, namun saat bekerja dengan Ferdy Sambo dirinya belum meminjam senjata api dari kesatuan.

Baca Juga: 5 Potret Aurel Givasya, Anak Marissya Icha yang Cantik dan Fashionable Banget!

Kemudian, Ferdy Sambo sempat bertanya kepada Eliezer apakah sudah ada senjata apa belum, dan lantas memintanya langsung menghadap Chuck Putranto untuk meminjam senjata api.

"Anda sudah dibekali senjata?," tanya hakim seperti dilansir dari kanal Youtube Kompas TV pada Senin, 5 Desember 2022.

"Waktu di kesatuan saya pegang laras panjang Yang Mulia," kata Eliezer.

"Terus saudara ketika berangkat ke Jakarta itu masih dibekali senjata tidak dari kesatuan?," tanya hakim.

Eliezer menjelaskan bahwa pada saat itu dirinya berasal dari kesatuan di Cikeas, sebelum bekerja sebagai ajudan dari Ferdy Sambo di Divisi Propam Polri. Pada saat itu dirinya mengakui tidak sedang meminjam senjata dari kesatuan,

"Saya kesatuan di Cikeas, jadi pada saat berhadapan itu sama Bharada Sadam berdua kami belum dikasih tau kalo ternyata hari itu sudah langsung diterima, bilangnya cuma berhadapan dulu,"ujar Eliezer.

Baca Juga: Fantastis! Kekayaan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Capai Rp 179 Miliar, Ternyata Sumbernya dari Sini

"Jadi kami pada saat itu belum meminjam senjata api dari kesatuan cuma pakai baju ke kantor pak FS, sampai di kantor ketemu sama bang Romer, bang Yogi dan kami berempat diterima pada saat itu, jadi tidak sempat meminjam senjata Yang Mulia,"tambahnya.

Mendengar hal tersebut, hakim pun bertanya kepada Richard Eliezer lantas bagaimana dirinya bisa mendapatkan senjata, mulai sejak kapan.

"Terus, kapan saudara mendapatkan senjata?," tanya hakim.

Eliezer pun menjelaskan bahwa awalnya dirinya bertanya kepada ajudan Ferdy Sambo lainnya, yakni Daden Miftahul Haq soal senjata api. Daden pun menyarankan untuk meminjam dari Divisi Propam ketimbang Eliezer harus kembali ke kesatuan untuk meminjam senjata api.

"Nah pada saat itu saya ketemu sama bang daden, saya bilang 'bang ini saya sama sadam belum ada senpi (senjata api) bang, gimana bang?, dia bilang udah chad nanti dari Propam aja." kata Eliezer.

Baca Juga: Ciri-ciri Perempuan yang Keluar dari Rumah Ferdy Sambo Sambi Menangis: Rambut Pendek, Sawo Matang

Kembali hakim mencecar pertanyaan soal senjata api yang didapatkan Richard Eliezer, sebelumnya ia mengaku bahwa dirinya mendapatkan senjata api itu tanpa melalui tes psikologis.

"Kemarin, saksi mengatakan bahwa saudara tidak ada syarat-syarat memegang?," cecar hakim.

"Memang tidak ada syarat-syarat sama sekali Yang Mulia," tegas Eliezer.

"Karena saudara dari anggota Brimob?," tanya kembali hakim.

Dirinya pun kembali menjelaskan bahwa tidak adanya tes itu bukan karena dirinya anggota Brimob, akan tetapi itu terjadi atas perintah dari Ferdy Sambo.

Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Ucapan Selamat Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 Terbaru, Gratis dan Kreatif

"Bukan begitu Yang Mulia, karena mungkin perintah dari pak FS juga. Jadi pada saat itu pak FS sempat nanya saya, senpi udah ada? siap belum ada bapak, oh ya nanti kasih tau pak Chuk," kata Eliezer.

Atas perintah Ferdy Sambo itu, lantas Richard Eliezer pun bertanya terkait senjata api kepada Korspri Kadiv Propam Polri Chuck Putranto.

Jadi saya kejarnya ke komandan Chuk, aya bilang 'Bang, izin bapak (Sambo) sudah tanya beberapa kali soal senpi'," kata Eliezer.

Kemudian datanglah dia ke kantor Propam Polri untuk mengambil senjata api bersama seniornya, Bharada Sadam.

Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Ucapan Selamat Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 Terbaru, Gratis dan Kreatif

"Kami ke kantornya bapak, dikasih ada dua senjata yang satu HS yang satu Glock Yang Mulia," jawab Eliezer.

Eliezer mengaku awalnya ia ingin mengambil HS, namun karena seniornya Daden menginginkan senpi HS. Maka dirinya mengambil senjata api jenis Glock-17. Adapun alasan Eliezer menginginkan senjata HS, karena dia lebih sering berlatih dengan senjata jenis HS di kesatuan.

"Di Brimob kebanyakan pengguna, sama saya latihan juga kebanyakan menggunakan HS Yang Mulia," ucapEliezer.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Brigadir Yosua
# senjata
# Richard Eliezer
# ajudan
# Brigadir J
# Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
# Ferdy Sambo
# Majelis Hakim

News Update

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.