AYOJAKARTA.COM - Sempat menjadi bestie, kini suasana panas masih menyelimuti antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Anies Baswedan.
Pernah digadang-gadang menjadi pendamping Anies Baswedan pada Pilpres 2024, rupanya AHY akhirnya harus tersingkir dan tergantikan oleh Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
AHY pun sempat berang dan menyebut dikhianati oleh Anies Baswedan karena telah melanggar janji dan kesepakatannya dengan Partai Demokrat.
Baca Juga: Ajak Cak Imin Sambangi Markas PKS, Anies Baswedan Buka Suara Soal Pengembangan Rempang Eco City
Tetapi Anies juga telah membantah bahwa dirinya tidak menolak AHY melainkan hanya saja AHY belum bisa menjadi pilihan utama bagi cawapres pendampingnya.
Berbicara soal pilihan, sebelum diputuskan Cak Imin sebagai cawapres, Anies rupanya pernah memberikan beberapa pilihan nama yang mana AHY ternyata berada di pilihan paling terakhir setelah sosok seorang wanita ini.
Dalam pilihan nama tersebut ada seorang wanita yang mengalahkan AHY dalam lingkaran pilihan cawapres untuk Anies.
Wanita itu adalah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang justru menjadi pilihan utama cawapres Anies.
Hal itu disampaikan oleh Geisz Chalifa, mantan Komisaris PT Pembangunan Ancol yang juga pendukung Anies.
Ada tiga pilihan nama yang disampaikan Geisz dalam bursa cawapres Anies Baswedan.
Baca Juga: Janji Anies Baswedan Jika Menang Pilpres 2024 Soal Kesejahteraan Buruh
Yakni ada Khofifah di urutan pertama, Cak Imin diurutan kedua barulah AHY di urutan terakhir.
"Kita fair aja ya? Dalam perbincangan di lingkaran kita, kita berkehendak Khofifah, kemudian Cak Imin baru AHY," ujar Geisz seperti dikutip Ayojakarta.com pada laman Suara.com, Rabu (13/9/2023).
Alasan peletakan nama AHY di urutan terakhir pilihan menjadi cawapres Anies bukan tanpa alasan.
Pasalnya AHY dinilai tak mempunyai elektabilitas tinggi yang bisa menaikkan dan mendongkrak suara dari Anies Baswedan di Pilpres 2024 nanti.
Hal itu terbukti dari sangat sedikitnya suara yang naik untuk wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Bahkan dikatakan Geisz, suara tidak baik-baik untuk bacapres Anies Baswedan meski wacana Anies-AHY sudah santer terdengar selama berbulan-bulan sebelumnya.
Baca Juga: Setelah Bertemu Anies Baswedan dan Cak Imin, Ketum PKS: Semakin Erat dan Punya Chemistry
Itu artinya, peluang AHY untuk membuat suara Anies naik saat Pilpres tidak akan dapat berjalan signifikan yang membuatnya menjadi pilihan terakhir bagi pendamping Anies.
Oleh sebab itulah, Anies lebih memilih Khofifah dan Cak Imin sebagai pilihan atas untuk menjadi cawapresnya ssbelum akhirnya diputuskan Cak Imin lah yang berhasil mendampingi Anies.***

Share this article
Ternyata Anies Baswedan sempat menyodorkan nama Gubernur Jatim Khofifah sebagai cawapres, AHY jadi pilihan terakhir.