AYOJAKARTA.COM - Calon Presiden (capres) 2024 Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, Prabowo Subianto menjadi bintang tamu di acara yang dibawakan oleh jurnalis senior Najwa Shihab.
Acara yang dihadiri oleh Prabowo Subianto itu bertajuk "3 Bacapres Bicara Gagasan."
Baca Juga: Momen Presiden Jokowi Bela Prabowo Subianto Usai Dituding Cekik dan Tampar Wamentan!
Selain Prabowo Subianto, dua capres lainnya yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo juga menghadiri acara tersebut.
Namun, masing-masing dari capres itu berbeda segmen.
Menariknya, masing-masing capres diminta untuk melakukan refleksi diri oleh Najwa Shihab.
Baca Juga: Anies Baswedan Santai Tanggapi Kabar Partai Demokrat Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Refleksi dilakukan dengan cara mereka melihat diri masing-masing di kaca yang begitu besar.
Refleksi Prabowo Subianto pun sukses menjadi sorotan.
Refleksi Prabowo dinilai berbeda dari yang lain dan bikin merinding.
Baca Juga: Demokrat Resmi Gabung Koalisi Indonesia Maju, jadi Jalan Mulus Prabowo Subianto Menang Pilpres 2024
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (20/9/2023) Prabowo menceritakan saat ia masih di dunia militer.
Kala itu ia membawa anak buahnya untuk berenang di kolam renang Manggarai.
"Sekitar umur 22,23,24 saya perwira di tentara. Saya bawa anak buah saya berenang di kolam renang Manggarai," ujar Prabowo.
Baca Juga: Partai Demokrat Gabung ke Kubu Prabowo Subianto, Cak Imin: Pilihan untuk Kepentingan Sudah...
Prabowo lalu menceritakan saat dirinya berenang ia melihat dinding dari marmer yang tertutup oleh lumut.
"Saya suruh bersihkan lumut dan saya baca ada tulisan 'hondan and inlander verboden' artinya anjing dan primbumi dilarang masuk kolam renangm" ceritanya.
Prabowo mengatakan momen tersebut terjadi pada tahun 1975.
Baca Juga: Demokrat Resmi Gabung ke Koalisi Prabowo Subianto, SBY Sampaikan Hal Ini
"Dulu kita dijajah, kita dibantai, kita diperbudak, kita dimiskinkan dan kita dianggap lebih rendah dari anjing, anda minta saya refleksi," lanjut Prabowo.
Prabowo lantas menceritakan saat ia hidup di tengah orang Eropa.
Bagaimana dia dihina oleh guru-guru di sana, Prabowo mengaku sudah mengalami pengalaman pahit tersebut.
"Saya waktu itu satu-satunya murid yang bukan kulit putih, tiap hari saya diejek oleh guru saya," aku Prabowo.
Bahkan, ia sampai dibilang sebagai bangsa monyet.
"Jadi kalau Anda minta saya refleksi saya ingin melihat, sebelum saya meninggal Indonesia menjadi negara bermartabat, negara terhormat," tegas Prabowo yang disambut tepukan gemuruh oleh hadirin.
Prabowo juga mengatakan dirinya ingin melihat tidak ada lagi kemiskinan di Indonesia.
"Saya ingin melihat anak-anak Indonesia kuat, gembira, senyum, orang tuanya gembira. Itu yang mendorong saya kalau Anda minta refleksi saya tidak mau bangsa saya dihina terus," tutup Prabowo.***

Share this article
Prabowo Subianto ungkap keinginan dirinya saat jadi Presiden Republik Indonesia, berharap Indonesia dijauhkan dari kemiskinan.