AYOJAKARTA.COM – Mendekati masa kampanye yang akan berlangsung dalam hitungan hari, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming mulai menjadi trending.
Belum lagi tuntas polemik acara Desa Bersatu yang menyoroti Gibran Rakabuming, capres Prabowo Subianto kini mencuri perhatian.
Berbeda dengan Gibran Rakabuming yang dinilai sebagian kalangan sebagai bentuk pelanggaran Pemilu, Prabowo Subianto disorot akibat membuat pernyataan.
Pernyataan Prabowo Subianto dalam acara Mujadalah Kiai Kampung di Malang, Jawa Timur beberapa hari lalu dinilai membingungkan.
Saat menjawab keresahan para peserta tentang sumber dana dalam menciptakan kesejahteraan, Prabowo menyinggung tentang pentingnya mengelola sumber daya alam.
Selain sektor pertanian dan kehutanan, Prabowo berpendapat sektor lain yang bisa dijadikan sebagai sumber peningkatan kesejahteraan adalah pertambangan.
Baca Juga: Anies Baswedan Janji akan Revisi UU ITE Jika Terpilih Jadi Presiden
Terkait dengan hal tersebut, Prabowo juga menyinggung pentingnya mengelola Dana Abadi Pesantren sebagai bentuk stimulus untuk peningkatan kesejahteraan.
“Pemerintah Pak Jokowi sudah mencabut 2600 izin tambang, SIUP dicabut dari swasta-swasta dan diberikan yang pertama ke PBNU,” jelas Prabowo ketika itu.
Akibat pernyataan tersebut, melalui jejaring sosial akun Nahdlatul Ulama Jawa Timur langsung mempertanyakan maksud dari Prabowo.
Baca Juga: Janji Sikat Korupsi, Ganjar Pranowo: Butuh Aktor yang Hebat
Sebelum Prabowo Subianto memberikan pandangan terkait pertambangan, pasangan Anies-Muhaimin dalam forum berbeda sempat menyoroti hal senada.
Dalam penjelasannya saat menghadiri acara diskusi di Sleman, Yogyakarta, Cak Imin justru menyayangkan belum adanya pemerataan hasil dari pertambangan.
“Dari begitu banyak sumber daya alam Indonesia, nikel, batu bara, nikel, emas semuanya itu, kurang satu unsur yaitu keadilan,” ungkap Cak Imin.
Baca Juga: Ditetapkan sebagai Tersangka, Ternyata Harta Firli Bahuri Naik Fantastis 4 Tahun Terakhir
Lebih lanjut, Cak Imin kemudian membahas tentang besarnya organisasi NU yang tidak memiliki kesempatan menikmati hasil tambang Indonesia.
“Saya kira organisasi NU yang sebesar ini saja tidak mungkin bisa merasakan hasil tambang, meski hanya satu takar sendok,” ujarnya dalam bahasa Jawa Timuran.
Karena hal tersebut, cawapres Anies Baswedan berpandangan perlunya prinsip keadilan dalam mengelola hasil tambang untuk keperluan seluruh rakyat Indonesia.
Sehubungan dengan pernyataan Prabowo tersebut, Wakil Ketua PKB Jazilul Fawaid memberikan tanggapan.
Menurut Jazilul, pernyataan Prabowo mengenai izin tambang milik swasta hasil pembekuan SIUP yang diberikan kepada PBNU bisa merusak kredibilitas Nahdlatul Ulama.
Oleh karena itu, Jazilul berharap agar capres Prabowo Subianto bisa menunjukkan bukti adanya izin tambang yang diberikan pemerintah kepada PBNU.
Langkah tersebut dinilai Jazilul penting untuk dilakukan agar struktur dan simpatisan NU di kalangan akar rumput tidak menimbulkan masalah.
“Ini perlu diperjelas supaya nanti tidak jadi fitnah,” ungkap Jazilul seperti dikutip Ayojakarta Kamis, 23 November 2023 dari IG @asumsico. ***

Share this article
Pernyataan Prabowo tentang pertambangan dan PBNU menuai kontroversi. Perlunya klarifikasi agar tidak menimbulkan fitnah.