AYOJAKARTA.COM – Memasuki bulan baru, banyak masyarakat yang bertanya-tanya ada apa di 1 Desember 2023?
Pada 1 Desember 2023, masyarakat di seluruh dunia memperingati hari penting yaitu Hari AIDS sedunia.
Lalu seperti apa sejarah Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember?
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Halo Edukasi pada Jumat (1/12/2023), Hari AIDS sedunia pertama kali digagas dua pegawai World Health Organization (WHO) bagian informasi masyarakat untuk program AIDS Global di Jenewa Swiss yang bernama James W Bunn dan Thomas Netter.
Baca Juga: Tipe Golongan Darah yang Punya Peluang Sukses Besar di Masa Depan, Urutan Pertama Goldar Apa Ya?
Keduanya menyampaikan gagasan kepada Dr Jonathan Mann, seorang Direktur Program AIDS global yang kini dikenal sebagai UNAIDS (Joint United Nations Programme on HIV and AIDS) yang kemudian disetujui dan menetapkan Hari AIDS sedunia pada 1 Desember 1988.
1 Desember dipilih karena menurut teori James W Bunn, 1988 merupakan tahun pemilihan politik di Amerika Serikat sehingga kemungkinan media akan lelah meliput seputar politik dan semangat mencari berita baru.
Penetapan hari AIDS sedunia akan menarik perhatian media massa yang tidak terbagi dengan berita pemilu.
Selain itu, 1 Desember juga sudah bergerak cukup lama dari kegiatan pemilu dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga tak ada kegiatan besar lainnya dalam agenda pemberitaan media massa.
Baca Juga: Ternyata Berbahaya, 7 Tanda Seseorang Miliki Perasaan Rendah Diri, Ada di Kamu?
Sebelumnya James Bunn merupakan seorang reporter yang meliput epidemi AIDS untuk PIX TV di San Fransisco, Amerika Serikat.
James Bunn bersama produsernya, Nansy Saslow mulai memikirkan dan melakukan kampanye dengan judul 'AIDS Lifeline’ yang ditujukan untuk membangun kesadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang dihubungkan dengan berbagai stasiun televisi di Amerika Serikat.
Kampanye tersebut berhasil mendapatkan penghargaan Peabody Award dan Emmy Nasional pertama untuk televisi lokal di Amerika Serikat.
Sejarah AIDS sedunia adalah kesempatan memberikan dukungan dan solidaritas kepada mereka yang hidup dengan HIV dengan memasang simbol kesadaran dengan pita merah.
Pada 1991, 12 seniman berkumpul di sebuah galeri di New York East Village untuk mengadakan pertemuan yang membahas mengenai proyek baru untuk VISUAL AIDS, organisasi seni kesadaran AIDS New York.
Inspirasi tersebut datang dari pita kuning yang diikat ke pohon untuk menunjukkan dukungan kepada anggota militer Amerika yang berperang di teluk.
Warna merah dipilih karena ketajaman warnanya, makna simbolis melambangkan semangat, hari dan cinta.
Pita dibuat seperti simbol Victory terbalik yang menandakan bahwa belum ada kemenangan dalam pemberantasan HIV.
Berkat kampanye yang dilakukan seniman tersebut, pita merah semakin dikenal dan digunakan pada setiap kampanye AIDS dan sejarah hari AIDS sedunia.***

Share this article
Sejarah Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember, pertama kali digagas dua pegawai WHO.