AYOJAKARTA.COM -- Manajemen PT Fast Food Tbk (FAST) mengakui bahwa imbauan boikot telah memberikan dampak signifikan terhadap penjualan jaringan restoran terkenal mereka, KFC.
Bagaimana aksi boikot terhadap produk-produk terafiliasi dengan Israel ini berpengaruh terhadap langkah-langkah perusahaan?
Dalam laporan Hasil Public Expose Tahunan yang dirilis pada 28 November, manajemen FAST dengan jujur menuliskan, "Efek boikot terhadap produk kami mencakup penurunan penjualan dan transaksi bisnis kami."
Namun, untuk mengatasi dampak ini, perusahaan dengan sigap merespons dengan meluncurkan sejumlah produk baru dan promosi inovatif. Tujuan utamanya adalah untuk menggantikan transaksi yang hilang akibat boikot.
Dalam upaya untuk meminimalkan dampak dari boikot, sebagaimana dilaporkan Republika pada Rabu, 6 Desember 2023, FAST saat ini memfokuskan upayanya pada promosi intensif terhadap produk-produk yang dijual.
Langkah ini diharapkan dapat memulihkan dan meningkatkan kembali minat konsumen terhadap merek KFC.
Baca Juga: Cara Mudah Cek Produk yang Kamu Pakai Ternyata Pro Israel, Klik Link Ini
Dengan penurunan penjualan produk KFC, manajemen FAST tidak tinggal diam. Mereka merevisi proyeksi pertumbuhan pada 2024, mengubahnya dari sebelumnya 15 persen menjadi 10 persen.
Percaya bahwa target tersebut masih dapat tercapai, perusahaan telah merancang strategi yang diimplementasikan sejak akhir 2023.
Selain membuka gerai baru di berbagai daerah, perseroan juga merelokasi gerai yang ada di mal ke gerai tipe free standing.
Strategi ini bertujuan untuk memperluas pangsa pasar mereka, menciptakan kehadiran yang lebih besar dan menjangkau konsumen potensial.
Manajemen melihat pertumbuhan rata-rata gerai yang sudah berjalan mencapai enam persen sampai tujuh persen.
Dengan keyakinan ini, perusahaan semakin yakin untuk memasuki pasar yang lebih potensial dengan ukuran yang lebih besar.
Sebagai informasi tambahan, sepanjang kuartal III 2023, FAST mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 152,41 miliar.
Manajemen FAST menjelaskan dalam paparan publik bahwa beberapa faktor yang menekan kinerja mereka termasuk kenaikan harga bahan baku, persaingan ketat, dan kenaikan upah minimum nasional.
Baca Juga: Daftar Merek Produk Kosmetik dan Skincare Pro Israel, Ada Garnier hingga Maybelline New York
Dengan langkah-langkah strategis dan transformasi bisnis yang dilakukan, FAST optimis masih dapat mengatasi tantangan ini dan mengembangkan KFC lebih lanjut di pasar Indonesia.

Share this article
Manajemen FAST mengakui bahwa imbauan boikot telah memberikan dampak signifikan terhadap penjualan jaringan restoran terkenal mereka, KFC.