AYOJAKARTA.COM - Adanya penolakan yang dilakukan oleh sebagian warga Aceh terhadap pengungsi Rohingya, melahirkan beragam tanggapan.
Warga Aceh menilai kedatangan pengungsi Rohingya yang terus-menerus, akan semakin menimbulkan gejolak dan pergesekan di tengah masyarakat.
Atas dasar pertimbangan tersebut, warga Aceh meminta agar pemerintah lebih proaktif dalam menangani pengungsi Rohingya.
Baca Juga: Tes IQ: Mana Kata yang Berbeda Sendiri, Sering Ada dalam Tes Penerimaan Mahasiswa Baru atau Kerja!
Salah satu keinginan terbesar sebagian masyarakat Aceh kepada orang Rohingya adalah dengan mengembalikan para pengungsi ke negara asal atau pergi ke negara lain.
Terkait dengan keinginan tersebut, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid memberikan tanggapan.
Menurut Usman, pemerintah sebagai pemegang wewenang tidak bisa melakukan pengusiran atau menolak kedatangan pengungsi.
Tekanan-tekanan yang diberikan oleh sebagian masyarakat Aceh, menurut Usman masih belum cukup untuk dijadikan sebagai sebuah acuan.
Disamping karena pengusiran dan penolakan merupakan bentuk pelanggaran HAM, Usman juga menganggap pihak-pihak yang melakukan tuntutan masih belum jelas.
“Pemerintah nggak bisa mendasarkan pada adanya tuntutan sekelompok orang, kelompok orang yang memobilisir penolakan itu siapa?” ujar Usman.
Masih belum jelasnya persoalan yang melatar-belakangi penolakan, menurut Usman tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Baca Juga: Gunung Merapi Sudah Berhenti Mengeluarkan Awan Panas Guguran
Dalam kesempatan berbeda, Usman juga menyatakan harapan agar para pengungsi Rohingya diberikan kesempatan untuk ditampung di Indonesia.
Selain diberikan tempat tinggal, Usman juga menganggap penting bagi pemerintah Indonesia menyediakan aspek kesehatan dan pendidikan bagi pengungsi Rohingya.
“Jangan mengembalikan mereka ke negara asal kecuali mereka sendiri yang menurut, karena itu mereka perlu diterima,” jelas Usman.
Sehubungan dengan persoalan pengungsi, Usman menyebut hal tersebut bukan merupakan urusan bangsa Indonesia semata, melainkan juga negara-negara ASEAN.
Karena itu Usman berharap peran Indonesia sebagai Pemimpin ASEAN, perlu dioptimalkan dan menggalang dukungan dari negara lain di seluruh dunia.
Terlebih karena Indonesia juga telah meratifikasi konvensi hukum laut dan pencarian serta pertolongan maritim.
Baca Juga: Keren! Bromo Dinobatkan Sebagai Taman Nasional Tercantik Ketiga di Dunia
“Karena itu Indonesia wajib untuk menangani para pengungsi yang ada dalam keadaan bahaya,” imbuh Usman.
Pernyataan yang dilontarkan Usman terkait dengan tuntutan warga lokal yang dianggap bagian dari kelompok kurang jelas, disikapi banyak kalangan.
Menurut warganet, timbulnya penolakan dan aksi pengusiran terhadap pengungsi Rohingya merupakan dampak langsung yang dirasakan masyarakat setempat.
Kendati pernyataan dukungan ke pengungsi Rohingya yang disampaikan Usman telah dilengkapi dengan sejumlah pertimbangan yuridis, namun warganet tetap kritis.
Tidak mengherankan jika kemudian warganet menyebut Direktur Amnesty International tengah berkampanye untuk menjadi Presiden Rohingya. ***

Share this article
Terkait dengan keinginan tersebut, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid memberikan tanggapan.