AYOJAKARTA.COM -- Dalam sidang kopi sianida yang dilakukan pada 2016, Rismon Hasiholan Sianipar hadir mendampingi Jessica Wongso sebagai Saksi Ahli Digital Forensik.
Dalam salah satu agenda sidang, Rismon Hasiholan Sianipar menyampaikan analisisnya terkait dengan rekaman video Jessica Wongso.
Rekaman video Jessica Wongso yang dihadirkan di persidangan, menurut Rismon Hasiholan Sianipar merupakan hasil rekayasa digital.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Yakin Punya Mata Tajam? Cari Angka 28 di antara Deretan Angka 82, Bisa Tidak?
“Kita menduga adanya perbuatan tempering, atau pemodifikasian ilegal yang dilakukan untuk tujuan-tujuan tidak baik,” ungkap Rismon pada 2016 silam.
Rismon menilai barang bukti rekaman video di cafe Olivier yang sempat dibawa pulang ke rumah, sangat berpotensi dan rentan mengalami sejumlah modifikasi digital.
“Flashdisk yang ada di tangan Saksi Ahli itu telah dibawa pulang, apapun yang dilakukannya hanya dia dan Tuhan yang tahu,” tambah Rismon.
Akibat pembelaan yang disampaikan Rismon, PN Jakarta Pusat memutuskan untuk kembali mendatangkan Ahli Digital Puslabfor Mabes Polri Kompol M. Nuh Al Azhar.
Baca Juga: Angkat Bicara Soal Rekayasa CCTV Kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar Akui Dapat Ancaman
Keyakinan Rismon terkait dengan adanya dugaan rekayasa digital, membuatnya sempat menjadi bulan-bulanan Jaksa Penuntut Umum.
Bertahun-tahun setelah proses persidangan berlalu dan Jessica Wongso telah mendapat vonis hukum, kabar tidak mengejutkan terkuak.
Dalam sebuah siniar yang belum lama ini dilakukan, Rismon Sianipar mengungkap adanya kejanggalan saat bersaksi membela Jessica.
Salah satu pertanyaan di luar nalar dan akal sehat yang masih diingat Rismon ketika bersaksi adalah mengenai sertifikasi laptop.
Rismon berkeyakinan dan memastikan bahwa sertifikasi laptop merupakan wewenang pabrik pembuat produk laptop.
Baca Juga: Cara Kamu Memegang Pulpen Mengungkapkan Kepribadian Aslimu
Sehingga sangat konyol dan membagongkan apabila seorang pengguna suatu perangkat teknologi, diberikan pertanyaan yang bukan kewenangannya.
“Itu saya kira pertanyaan di luar nalar sama sekali, karena sertifikasi laptop itu urusan pabrikannya,” jelas Rismon.
Di samping merasa konyol dengan pertanyaan yang diajukan di persidangan, Rismon juga mengakui adanya sebuah peristiwa ancaman.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Rismon hendak bergegas keluar dari lokasi tempat persidangan berlangsung.
Rismon menambahkan, seseorang yang memang ia kenal tetapi tidak ingin ia sebut namanya tersebut sempat memberi pesan tersirat melalui kalimat.
Baca Juga: Mengungkap Kepribadian Seseorang dari Hari Lahirnya, Kamu Lahir Hari Apa? Yuk Cari Tahu Artinya!
“Ada ancaman, di mana dia mengatakan ini tidak selesai disini, akan kita selesaikan di luar pengadilan,” ungkap Rismon.
Dalam perjalanan pulang menuju ke Lombok usai melakukan pembelaan, Rismon mengaku sempat mendapat tantangan debat, namun tidak pernah terlaksana hingga saat ini.
Kendati diancam, Rismon mengaku akan tetap memperjuangkan keadilan karena membela argumentasi keilmuan merupakan tanggung jawab sebagai Ahli Digital.***

Share this article
Dalam salah satu agenda sidang, Rismon Hasiholan Sianipar menyampaikan analisisnya terkait dengan rekaman video Jessica Wongso.