5 Syarat Terbaru agar Tetap Jadi KPM Bantuan Sosial PKH, Awas Tercoret!

Berdasarkan pada regulasi sebagai pedoman, berikut ini adalah persyaratan sebagai penerima bansos PKH tahap I di tahun 2024.
Berdasarkan pada regulasi sebagai pedoman, berikut ini adalah persyaratan sebagai penerima bansos PKH tahap I di tahun 2024.

AYOJAKARTA.COM – Memasuki awal tahun 2024, pemerintah memastikan akan tetap melanjutkan bantuan sosial PKH serta BPNT.

Adapun jumlah kuota keluarga penerima manfaat yang akan mendapatkan kedua jenis bantuan sosial tersebut, masih belum mengalami perubahan.

PT Pos Indonesia serta Bank Himbara dipilih sebagai lokasi pencairan bantuan sosial yang menyasar pada sebanyak 18,8 KPM sembako, dan 10 juta bagi KPM PKH.

Secara berkala serta disesuaikan dengan kondisi APBN, bantuan-bantuan tersebut bisa diterima KPM sebanyak tiga sampai empat kali dalam setahun.

Terkait dengan keberlanjutan program bantuan sosial yang mengacu pada peraturan baru, KPM PKH di tahun 2023 belum pasti terdaftar sebagai penerima di tahun 2024.

Syarat tersebut disosialisasikan usai ditemukan sebanyak 2,2 juta KPM yang dinilai tidak tepat sasaran, sehingga perlu dilakukan validasi ulang.

Baca Juga: Sempat Dituding Sebagai Pembohong Saat Berada di Ruang Sidang, Saksi Ahli Jessica Wongso Menantang Roy Suryo

Berdasarkan pada regulasi sebagai pedoman, berikut ini adalah persyaratan sebagai penerima bansos PKH tahap I di tahun 2024.

Pertama, Keluarga Penerima Manfaat sudah tercatat di DTKS yang dikelola oleh Pusdatin Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Bagi KPM yang namanya sudah tidak lagi tercatat di pusat data Kemensos, maka secara otomatis tidak akan lagi mendapatkan bantuan.

Syarat menjadi penerima bantuan sosial selanjutnya adalah data KPM yang tersimpan di dalam Kemensos sesuai dengan data Dukcapil.

Ketimpangan atau perbedaan data antara DTKS dengan Dukcapil, bisa mempengaruhi status penerimaan KPM PKH.

Baca Juga: 5 Ciri-Ciri Orang yang Risih Ngobrol dengan Kita

Syarat ketiga yang menjadi penentu status penerimaan sebagai KPM PKH di tahun 2024 adalah memiliki komponen yang telah ditetapkan.

Adapun jenis-jenis persyaratan yang termasuk sebagai komponen antara lain kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Dari ketiga komponen PKH tersebut, juga telah ditentukan kriteria-kriteria khusus yang termasuk sebagai persyaratannya.

Dalam komponen kesehatan misalnya terdapat ibu hamil dan anak usia dini, dan anak usia sekolah sebagai syarat komponen pendidikan.

Sedangkan untuk komponen kesejahteraan sosial, KPM PKH memiliki kategori sebagai warga dengan usia lanjut serta penyandang disabilitas.

Syarat keempat yang tergolong sebagai KPM PKH adalah tercatat di dalam SK Penetapan Pencairan di Tahap I tahun 2024 atau tertulis dalam SP2D.

Syarat kelima yang akan menjadi penentu sebagai KPM PKH adalah harus lulus pada aplikasi Omspan atau aplikasi sistem perbankan dengan data Kemensos RI sebagai penyalur.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Asah Kemampuan Analisa Kamu, Coba Temukan Apa yang Salah pada Urutan Angka Ini

Demikian lima syarat sebagai KPM PKH Tahap I yang dirangkum Ayojakarta dari kanal Youtube Dunsanak Mreal pada Sabtu, 6 Januari 2024.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# syarat
# KPM
# PKH

News Update

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.