AYOJAKARTA.COM – Ucapan Prabowo Subianto mengenai Gaza, Palestina saat debat capres 2024 pada Minggu, 7 Januari 2024 menjadi sorotan warganet.
Pernyataan dari capres nomor urut 2 dalam debat capres 2024 dianggap tidak memiliki empati terhadap warga Gaza di Palestina.
Pada saat memaparkan visi misi di segmen pertama debat, Prabowo Subianto mengungkit mengenai kekuatan nasional yang harus memiliki kekuatan militer.
Menurutnya, tanpa adanya kekuatan militer maka sebuah negara akan dengan mudah ditindas oleh negara lain.
“Kalau kita buka buku ilmu pengetahuan yang paling dasar, kekuatan nasional harus ada kekuatan militer,” ujar Prabowo Subianto dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KPU RI pada Senin, 8 Januari 2024.
Kemudian capres nomor urut 2 ini mencontohkan negara-negara yang lemah dalam hal militer seperti Palestina.
Menurutnya, apa yang terjadi di Gaza akibat lemahnya kekuatan militer dari negara tersebut sehingga Prabowo Subianto tidak menginginkan Indonesia mengalami hal serupa seperti itu.
“Tanpa kekuatan militer sejarah peradaban manusia mengajarkan bahwa bangsa itu akan dilindas seperti Gaza sekarang ini, akan diambil kekayaannya akan diusir dari Tanah Airnya. Tidak bisa tidak, kita harus kuat, kita harus kuat,” tuturnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Tolak Ngopi Bareng Prabowo Buka-Bukaan Soal Data: Kalau Tidak Siap Jangan Debat
Ternyata, dalam penyampaian Prabowo Subianto yang menyinggung mengenai Gaza, Palestina ini memicu reaksi warganet di X hingga dikaitkan dengan istilah tone deaf.
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan tone deaf ini?
Dikutip dari laman Hello Sehat, istilah tone deaf merupakan sebutan yang diberikan kepada seseorang yang kurang peka terhadap kondisi atau keadaan sekitar seperti adat, norma, aturan, dan lain sebagainya.
Istilah ini sebenarnya berasal dari ranah musik yang mana menggambarkan ketidakmampuan seseorang dalam mengikuti nada (pitch) bahkan untuk lagu dengan melodi yang sederhana.
Dalam lingkup sosial, istilah tone deaf ini mungkin mirip dengan sikap yang egois. Namun keduanya sebenarnya merupakan hal yang berbeda.
Jika sifat egois, merupakan seseorang yang lebih memprioritaskan kepentingan sendiri meski dirinya mengetahui dampak dari tindakannya tersebut terhadap orang lain.
Sementara tone deaf berarti ketidakmampuan dalam memahami situasi yang tengah terjadi. Nah, orang-orang dengan sikap ini dikatakan cenderung tidak peka secara emosi dan kurang berempati terhadap orang lain.
Jika dikaitkan dengan apa yang disampaikan Prabowo Subianto dalam debat capres tadi malam, warganet merasa bahwa capres nomor urut 2 ini tidak berempati dan tidak memahami situasi mengenai Gaza, Palestina.***

Share this article
Pernyataan Prabowo Subianto dalam debat capres 2024 dianggap tidak memiliki empati terhadap warga Gaza di Palestina.