AYOJAKARTA.COM – Pernyataan Alvin Lim tentang lokasi tidur Ferdy Sambo, membuat Menkopolhukam Mahfud MD ikut memberikan komentar.
Menurut Mahfud MD, pernyataan yang disampaikan Alvin Lim tentang keberadaan Ferdy Sambo didasari atas ketidaktahuan.
Tanggapan Mahfud MD terkait tentang Ferdy Sambo yang sebelumnya disampaikan Alvin Lim tersebut juga terungkap dalam siniar.
Dalam penjelasannya, Mahfud MD menyebut Ferdy Sambo hanya beberapa hari di Lapas Salemba sebelum akhirnya pindah ke Cibinong.
Baca Juga: Ganjar-Mahfud Pakai Jaket Bomber Top Gun saat Debat Capres, Ternyata Punya Pesan Serius
Kondisi kesehatan Alvin Lim yang menurut Mahfud cukup memprihatinkan, membuatnya tidak bisa menjumpai Ferdy Sambo di Lapas.
“Benar kalau tidak bertemu Sambo, karena Alvin sedang di luar karena sakit, sehingga teriak-teriak, saya yang ikut mengurus Alvin Lim,” jelasnya.
Dengan karakternya tersebut, tidak menutup kemungkinan jika dalam waktu dekat Alvin juga akan menantangnya berdebat.
“Coba sesudah podcast ini beredar, dia nantang lagi nanti, sudah semua orang ditantang, cari aja di jejak digitalnya,” imbuh Mahfud.
Terkait dengan adanya kabar yang menyebut tentang praktik pemerasan sejumlah oknum di rumah tahanan, Mahfud memberi tanggapan.
Baca Juga: Prabowo Tak Mau Bongkar Data, Mahfud MD: Tidak Semua Data Pertahanan Rahasia
Menurut Mahfud, permintaan seorang warga binaan bisa diajukan secara formal kepada penanggung jawab rumah tahanan.
“Sambo ada di Cibinong, sama seperti dulu Susno Duadji minta di sebuah lapas kecil di daerah Jawa Barat, itu nggak apa-apa, dan itu boleh,” jelas Mahfud.
Namun demikian, Mahfud MD memastikan bahwa perlakuan khusus tidak diberikan kepada seorang warga binaan, termasuk Ferdy Sambo.
“Dulu perlakuan istimewa dengan membayar Sipir, sampai sekarang juga masih banyak, yang begitu itu ada,” tegas Mahfud yang sempat batal menjadi wapres di Pemilu 2019.
Menurut Mahfud, salah satu alasan yang mendorongnya bersedia menjadi cawapres adalah karena posisi tawar di bidang perbaikan hukum.
Berbeda dengan kebanyakan tokoh-tokoh besar yang bergabung ke pemerintahan karena dukungan partai dan keuangan, Mahfud tidak melakukan itu.
“Saya tidak melakukan langkah-langkah agar dipilih, tiba-tiba tanggal 17 sore saya dipanggil oleh Bu Mega,” ungkap Mahfud.
Dari pertemuan tersebut, diketahui bahwa Koalisi Pendukung Ganjar sudah bersepakat untuk mendukungnya sebagai cawapres.
Selain mendapatkan persetujuan untuk mendampingi Ganjar, Mahfud juga sempat meminta diberi kesempatan jika terpilih sebagai pemenang Pilpres.
“Sebagai Wapres saya minta diberi akses ke Menkopolhukam dibuka aksesnya,” ungkapnya.***
Share this article
Berbeda dengan kebanyakan tokoh-tokoh besar yang bergabung ke pemerintahan karena dukungan partai dan keuangan, Mahfud tidak melakukan itu.