AYOJAKARTA.COM - Setalah keluar dari penjara, pengacara Alvin Lim masih terus vokal mengungkap kasus-kasus di Indonesia.
Baru-baru ini, Alvin Lim kembali menuai banyak sorotan setelah menyebut Ferdy Sambo tak ditahan di Lapas Salemba melainkan di ruangan ber AC.
Hal ini sempat ditanggapi Yasonna Laoly selaku Menkumham dengan menyebut bahwa pernyataan Alvin Lim itu tak benar.
Yasonna Laoly juga menyebut Alvin Lim adalah orang gila.
Akhirnya, pengacara berkacamata itupun kembali mengungkap hal tak terduga.
Dalam unggahan YouTube QUOTIENT TV, awalnya Alvin Lim mengklarifikasi bahwa saat itu yang dibicarakan bukan Ferdy Sambo secara spesifik namun kejadian oknum yang ada di lapas.
"Kemarin ini sudah heboh masalah Ferdy Sambo. Sebenarnya ketika saya bicara Ferdy Sambo saya tidak bicara tentang spesifik, tetapi tentang kejadian oknum-oknum yang ada di lapas," katanya.
Baca Juga: Ganjar-Mahfud Pakai Jaket Bomber Top Gun saat Debat Capres, Ternyata Punya Pesan Serius
Ia mengatakan bahwa awalnya berharap dengan dirinya membongkar persoalan Ferdy Sambo nantinya akan didengar pemerintah, namun yang didapatkan adalah sebaliknya.
"Saya berharap tadinya bahwa saya bisa didengar pemerintah, tapi kalian bisa lihat, pemimpin tertinggi dari lapas yaitu Menkumham Yasonna ketika ditanya malah menjawab Alvin Lim itu orang gila," tuturnya.
"Saya bersyukur sih dibilang orang gila sama Menteri Yassona, tapi yang pasti saya bukan gila kekuasaan dan tidak gila jabatan. Beda sama orang-orang yang saking gila jabatan, haus jabatan sehingga dia lupa akan menegakkan dalam penegakan hukum." tambahnya.
Usai mendengar tanggapan Yasonna, Alvin Lim akhirnya membongkar bobroknya Kemenkumham, salah satunya yang terjadi di lapas.
“Kalau sebelumnya dengan cerita dari Uya Kuya terus Tio Pakusadewo, itu hanya kulit luarnya. Saya akan kasih tahu borok-boroknya sampai tulang-tulangnya,” katanya.
Pertama, Alvin Lim menyebut soal modus klinik atau rumah sakit di dalam lapas dan rutan.
Baca Juga: Jadi Pendamping Ganjar Pranowo, Ternyata Ini Bargaining Politik Mahfud MD dengan PDI Perjuangan
Menurutnya, itu bukan hanya untuk esek-esek saja, namun merupakan tempat pelanggaran HAM.
"Itu adalah sarang pemerasan," kata Alvin Lim.
Tak hanya itu, dalam unggahan tersebut Alvin Lim menampilkan dugaan bukti chat pemerasan.
Ia mengaku diperas oknum Lapas Salemba dengan kisaran Rp 2-5 juta per minggu.
Modus yang digunakan pun beragam, mulai dari alasan pulang kampung hingga ada tamu atau acara.***

Share this article
Alvin Lim bongkar bukti chat dugaan pemerasan oknum Lapas Salemba dan sebut sebagai tempat pelanggaran HAM.