AYOJAKARTA.COM - Sosiolog Okky Madasari menilai bahwa kemarahan publik atas kecurangan dalam pemilu bisa menjadi penyebab perubahan.
Ia mengatakan bahwa kemarahan publik adalah hal positif dan bisa mendorong perbaikan sistem.
"Kemarahan publik justru sesuatu yang saya selalu tunggu dan itu yang kita harapkan jauh lebih baik daripada ketika publik apatis atau ketika publik isinya hanya memuja-muja pemimpinnya," kata Okky Madasari di YouTube Abraham Samad Speak Up yang dikutip ayojakarta.com pada Rabu, 24 Januari 2024.
Okky mengatakan bahwa kecurangan dalam pemilu merupakan hal yang sudah lama terjadi di Indonesia.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Puji Sikap Presiden Jokowi yang Merakyat: Dulu Aja Cawapres Disentuh Gak Boleh
Ia menilai bahwa kecurangan tersebut dilakukan untuk memenangkan seseorang atau kelompok tertentu.
"Kecurangan-kecurangan yang kita sudah lihat tanda-tandanya ini tidak betul-betul berhasil menjalankan misinya untuk memenangkan seseorang," kata Okky.
Okky mengatakan bahwa kemarahan publik bisa menjadi pemantau yang menghantui para pelaku kecurangan.
Ia juga mengatakan bahwa kemarahan publik bisa mencegah bangsa ini jatuh ke otoritarianisme.
"Ketika kemarahan publik itu sudah terakumulasi dan menemukan jalannya, jangan dipersepsikan sebagai jalan yang negatif, mungkin saja jalan positif," kata Okky.
Baca Juga: Gibran Singgung Gerakan Rompi Kuning Saat Tanyakan Greenflation ke Mahfud MD, Apa Itu?
Okky juga mengatakan bahwa sejarah perubahan selalu ditandai dengan kemarahan dan kegelisahan publik.
Ia menilai bahwa kemarahan publik bisa mendorong dan mempercepat adanya perubahan.
"Jadi demokrasi hanya berjalan jika publik terus gelisah dan terus marah," kata Okky.
Okky berharap bahwa kemarahan publik atas kecurangan dalam pemilu ini bisa menjadi momentum untuk memperbaiki sistem demokrasi di Indonesia.
"Kalau kemarahan publik sudah sedemikian terkonsolidasi, kita bisa mencegah kecurangan terjadi dan lebih dari itu kita bisa menyongsong era perubahan baru," pungkasnya.***

Share this article
Kemarahan publik atas kecurangan pemilu bisa menjadi penyebab perubahan menurut Sosiolog Okky Madasari.