AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia pada bulan Januari 2024.
Pertengahan bulan ini, BMKG mencatat rekor terdapat hari tanpa hujan terpanjang selama 41 hari di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Meskipun Dasarian III Januari 2024 tidak ada yang menunjukkan wilayah dengan kekeringan secara meteorologis.
Baca Juga: Dokter Tifa: Wolbachia Adalah Proyek Penelitian Bukan Implementasi, Maksudnya?
Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah hot spot tertinggi, mencapai 11 titik. Pada akhir bulan ini.
Namun, diakhir Januari 2024 terdapat beberapa wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jawa Timur, dan NTT memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran hutan.
Meskipun sebagian besar Indonesia sedang mengalami musim hujan, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah potensial kekeringan dan Karhutla untuk mengambil langkah antisipatif.
Termasuk melarang pembukaan lahan dengan cara pembakaran, tidak membuang puntung rokok sembarangan, menjaga sumber api di dalam rumah, memeriksa instalasi listrik, dan menyediakan alat pemadam jika terjadi kebakaran.
Masyarakat pun diminta waspada dan berhati-hati dalam menghadapi risiko kekeringan dan Karhutla tersebut.
Sebaran jumlah titik karhutla di wilayah Indonesia dengan kategori tinggi pada Dasarian III Januari 2024 tersebar dibeberapa daerah.
Titik terbanyak terdapat di Provinsi NTT sebanyak 11 titik, Sulawesi Tengah 4 titik, Jawa Timur 2 titik, Kalimantan Timur 2 titik, Sulawesi Selatan 2 titik, Maluku 2 titik dan Sulawesi Selatan 1 titik.***

Share this article
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia pada bulan Januari 2024