AYOJAKARTA.COM – Kritik tajam Tom Lembong soal harga nikel yang anjlok gara-gara hilirisasi mendapat tanggapan tajam dari Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Tanggapan serius terhadap kritik Tom Lembong tersebut bahkan disampaikan Luhut Binsar melalui sosial media yang kemudian viral dan salah satunya diunggah oleh akun TikTok @aufklarung1972 pada (25/1/24).
Luhut Binsar Pandjaitan juga meminta agar Tom Lembong melihat data 10 tahun terakhir sebelum menyampaikan kritiknya tersebut.
“Anda perlu melihat data panjang, 10 tahun, kan anda pebisnis juga kan siklus dari komoditi itu kan naik turun, apakah itu batu bara, nikel, timah, atau emas, apa saja,” ujar Luhut Binsar.
Dari data tersebut, Luhut menuturkan jika saat ini harga nikel jauh lebih baik daripada sebelum hilirisasi dijalankan oleh pemerintah.
“Tapi kalau kita melihat selama sepuluh tahun terakhir ini, harga nikel dunia itu ya di 15.000-an dollar, bahkan pada periode 2014-2019,” terang Luhut.
“Periode hilirisasi mulai kita lakukan, harga rata-rata nikel itu hanya 12.000 US Dollar,” imbuhnya.
Atas hal itulah, Luhut kemudian mempertanyakan bagaimana bisa Tom Lembong menyampaikan pernyataan seperti itu.
“Jadi saya gak ngerti, bagaimana Tom Lembong memberikan statement seperti ini,” kata Luhut dengan nada sangat kecewa.
“Bagaimana bisa Anda memberikan advice bohong kepada calon pemimpin yang Anda dukung? Saya sedih melihat Anda di situ,” lanjutnya lagi.
Bahkan Luhut Binsar juga mengaku ragu dengan intelektual yang dimiliki oleh mantan Menteri Perdagangan tersebut.
“Artinya intelektual Anda itu menurut saya jadi saya ragukan. Oke, mungkin Anda betul seorang intelektual, tapi karakter Anda itu menurut saya tidak bagus,” tegas Luhut Binsar.
Tak hanya itu saja, Luhut Binsar juga menyinggung jika apa yang disampaikan oleh Tom Lembong sampai mendapat komentar dari cucunya.
“Wong cucu saya aja komentar yang di Georgetown University, waktu Anda bicara di Washington DC, dua minggu lalu, ‘bagaimana Opung, ada seorang mantan Menteri yang bicara menjelekkan pemerintahannya sendiri dimana pada waktu yang lalu dia bekerja di situ. What kind of personality is this, Opung?’ dia bilang gitu,” tutur Luhut Binsar.
Menko Marves tersebut juga menjelaskan kepada Tom Lembong soal bagaimana resiko jika harga Nikel terlalu tinggi.
“Tom harus ngerti kalau harga Nikel terlalu tinggi sangat berbahaya, kita belajar dari kasus cobalt, tiga tahun lalu harganya begitu tinggi orang akhirnya mencari bentuk baterai lain, itu salah satu pemicu lahirnya lithium ferro phosphate (LFP) itu,” beber Luhut.
“Jadi ini, kalau kita juga membikin harga itu ketinggian orang akan cari alternatif lain, teknologi berkembang sangat cepat . Oleh karena itu kita akan mencari keseimbangan benar, keseimbangan supaya betul-betul barang kita ini tetap masih dibutuhkan sampai beberapa belas tahun yang akan datang,” lanjutnya dalam penjelasan.***

Share this article
Kritik tajam Tom Lembong soal harga nikel yang anjlok gara-gara hilirisasi mendapat tanggapan tajam dari Menko Marves Luhut Pandjaitan