AYOJAKARTA.COM - Calon wakil presiden nomor urut dua, Gibran Rakabuming, baru saja menggelar kampanyenya di Jawa Tengah dan disebut-sebut telah menggoyangkan 'kandang banteng' di sana.
Hal itu pun didukung oleh sejumlah simpatisan dan kader dari PDI Perjuangan Kota Solo Jawa Tengah yang kini mendeklarasikan diri mendukung pasangan nomor urut dua Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan tak tanggung-tanggung deklarasi yang diucapkan para kader PDI Perjuangan ini dilakukan di wilayah Pucang Sawit, Solo yang dikenal sebagai 'kandang banteng'.
Bukti tersebut menambah kuat argumentasi bahwa saat ini Paslon nomor urut dua dan nomor urut tiga (Ganjar Pranowo dan Mahfud MD) kini tengah panas berebut suara di wilayah Jawa Tengah.
Meski demikian tak hanya ramai dukungan yang diberikan kepada paslon nomor urut dua, namun ada juga sejumlah penolakan yang terjadi.
Hal tersebut dapat diketahui dari adanya yel-yel dan banyaknya terpasang spanduk bertuliskan 'Solo bukan Gibran' di sejumlah wilayah, salah satunya di jembatan KPP Jl. Setiabudi, Banjarsari.
Yel-yel soal 'Solo Bukan Gibran' juga sebelumnya di bulan Desember lalu ramai disampaikan melalui video-video oleh masyarakat.
Baca Juga: 10 Daftar Kampus Terindah Di Dunia, Ada yang Jadi Lokasi Syuting Deadpool loh
Benarkah pembuatan yel-yel dan spanduk tersebut dibuat sebagai sebuah bentuk penolakan serta perlawanan kubu 'banteng' untuk mempertahan suaranya di wilayah Jawa Tengah?
Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin menyebut bahwa memang telah terjadi gempuran di kandang banteng.
Bahkan dikatakan lagi bahwa Jokowi' effect di kandang banteng malah akan menguntungkan bagi pasangan 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Sedangkan pasangan nomor urut tiga, Ganjar dan Mahfud jika memang ingin mempertahankan basis suaranya di Jawa Tengah khususnya di 'kandang banteng' maka harus siap bertempur habis-habisan di ajang Pilpres 2024 kali ini.
Baca Juga: Prediksi Rata-Rata Nilai Rapor Lolos SNBP 2024 Universitas Gadjah Mada, Pejuang UGM Wajib Tahu!
Pasalnya apabila ada ceruk suara yang terlepas dari paslon 03, maka akan sulit kembali mendapatkannya.
"Kelihatannya ya Jawa Tengah menjadi basis pertempuran soal gengsi ya. Gengsi dimana Pak Jokowi dengan kubu 02 ingin memenangkan dan merebut basis banteng agar banteng kalah," ujar Ujang seperti dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Selasa, 30 Januari 2024.
Selain kalah, pihak Jokowi dan juga kubu 02 disebut Ujang ingin membuat kondisi banteng menjadi malu dan tidak memiliki daya .
Dan hal itulah yang membuat Ganjar dan Mahfud harus berjuang mati-matian di basisnya sendiri.
"Kalau basisnya sendiri masanya tidak dijaga di Jawa Tengah maka basis lain juga agak sulit dijaga," lanjutnya.
Ganjar Pranowo disebut harus bisa bekerja keras mempertahankan suara di kandangnya sendiri.
Baca Juga: BRI Buka Program BRILiaN Marketing Specialist Program (BMSP) untuk Cari Talenta Terbaik
Bahkan bukan tidak mungkin, Jawa Tengah yang dikenal sebagai kandang banteng dan berulang kali memenangkan pertarungan politik usai menjadi penyumbang suara terbanyak akan luntur jika tidak dijaga dengan baik.
Namun begitu, seluruh dinamika politik yang terjadi saat ini akan terjawab nantinya di Pemilu 2024 tanggal 14 Februari 2024 mendatang.*

Share this article
Yel-yel soal 'Solo Bukan Gibran' juga sebelumnya di bulan Desember lalu ramai disampaikan melalui video-video oleh masyarakat.