AYOJAKARTA.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD akhirnya mengumumkan mengundurkan diri Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Diketahui Mahfud MD memutuskan untuk mengundurkan diri karena ingin fokus dalam Pilpres 2024.
Keputusan Mahfud MD untuk mundur mendapat tanggapan dari banyak pihak, salah satunya TKN Prabowo-Gibran.
Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran Afriansyah Noor mengatakan seharusnya Mahfud mengundurkan diri sebelum menjadi cawapres.
Menurutnya, hal tersebut mungkin saja akan diikuti oleh para menteri lainnya yang ada di Kabinet Presiden Jokowi.
“Jadi menurut saya langkah yang diambil oleh Pak Mahfud baiknya itu di awal sebelum beliau menjadi capres atau cawapres. Nah itu mungkin akan diikuti oleh banyak menteri yang berada di kabinet Pak Jokowi,” kata Afriansyah dikutip dari kanal YouTube Metro TV, Kamis, 1 Februari 2024.
Baca Juga: Alvin Lim Semprot Mahfud MD Soal Dosa Ibu Lahirkan Anak Tak Berakhlak: Anda Mengutuk Ibu dan Wanita!
Mengenai menteri nyaman atau tidak berada di Kabinet Presiden Jokowi, Afriansyah mengembalikan hal itu kepada para menteri.
Menurut Afriansyah yang terpenting adalah tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan tertentu.
“Tapi untuk saat sekarang saya melihat bahwa ketidaknyamanan para menteri yang ada ini inilah yang dikembalikan kepada mereka-mereka. Bagi yang nyaman seperti saya yang juga kebetulan satu alur dengan Prabowo-Gibran ya tentunya saya nyaman-nyaman saja yang penting saya tidak menggunakan fasilitas negara. Apalagi Undang-Undang hanya mengatakan cuti atau pada saat kampanye di luar jam dinas,” jelasnya.
Selain itu, Afriansyah juga menilai Presiden Jokowi tidak masalah jika ada banyak menteri yang ingin mundur.
Menurutnya, tentu Presiden Jokowi sudah memiliki orang-orang yang akan membantunya dan mengambil alih tugas yang sebelumnya dikerjakan oleh menteri yang mundur.
Baca Juga: Muncul Gerakan Salam 4 Jari, Yenny Wahid Sebut Ada Kesamaan Antara Pendukung AMIN dan Ganjar-Mahfud
“Framing soal nyaman atau tidak nyaman ini tidak boleh lagi. Kalau ada banyak yang mau berhenti saya rasa presiden sudah banyak yang akan menjadi pembantunya sampai dengan bulan Oktober ini. Dalam hal ini kan presiden juga ingin orang yang betul-betul,” tuturnya.
Lebih jauh, Afriansyah menyebut Presiden Jokowi tetap bersikap baik meski ada pihak yang kerap menjatuhkannya.
Ia melihat menteri yang mundur karena kesadaran diri lebih elok sehingga Presiden Jokowi tidak dianggap buruk.
“Namanya juga presiden bos kita. Kita ini kan pembantu presiden. Presiden ini terlalu baik menurut saya. Sudah dituduh salah satu pihak tapi yang menuduh juga dia tidak pecat. Partai yang berlawanan dengan beliau juga dia tidak berhentikan. Nah kalau dengan sadar diri mereka mengundurkan diri ini lebih elok. Sehingga presiden tidak terkesan dzolim,” tutupnya.

Share this article
Keputusan Mahfud MD untuk mundur mendapat tanggapan dari banyak pihak, salah satunya TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.