AYOJAKARTA.COM - Aktivis Irma Hutabarat, belum lama ini membuat bersama Martin Simanjuntak, pengacara almarhum Brigadir J.
Irma Hutabarat bersama dengan Martin Simanjuntak dan Yulia Wirawati, membahas tentang kebohongan yang dilontarkan oleh Mahfud MD.
Kebohongan tersebut berkaitan dengan masalah Ferdy Sambo. Dalam podcast tersebut, Martin Simanjuntak juga memberikan pesan untuk Mahfud MD.
Dikutip dari kanal YouTube Irma Hutabarat - HORAS INANG, beredar video terkait Mahfud MD yang mengatakan bahwa ia bertemu dengan Irma Hutabarat.
Menurut Mahfud MD, dalam pertemuan itu Irma Hutabarat menangis serta menceritakan keterlibatan dirinya untuk membongkar kasus Ferdy Sambo di depan pendukungnya.
Sontak ucapan Mahfud MD dalam video tersebut dibantah oleh Irma Hutabarat dan Martin Simanjuntak.
Baca Juga: Irma Hutabarat: Terbongkarnya Kasus Ferdy Sambo Bukan karena Mahfud MD
Irma Hutabarat mengatakan kalau dirinya yang bertemu dengan Mahfud MD waktu itu tidak menangis.
Irma Hutabarat juga mengatakan kalau Mahfud MD berbohong pada pendukung paslon 3 tersebut.
Martin kemudian memberikan beberapa tanggapan dan cerita berdasarkan ingatannya.
Baca Juga: Presiden Jokowi Segera Siapkan Keppres Pengunduran Diri Menko Polhukam Mahfud MD
Martin mengatakan kalau yang membongkar tentang kasus Ferdy Sambo ini bukan Mahfud MD.
“Nah, pada saat itu, yang membongkar kasus ini bukan polisi, bukan pak Mahfud, lagi di Madinah, di Mekah, umroh,” ujarnya.
Kemudian, Martin Lukas Simanjuntak juga mengatakan kalau ada laporan kepada propam untuk menonaktifkan orang-orang yang terlibat di TKP serta propam dipindahkan.
“Ada dari anak-anak UKI dan advokat-advokat PBHI yang diketuai bang Robert, ini juga membuat laporan tapi melalui propam meminta agar seluruh terduga pelaku yang ada di wilayah itu dinonaktifkan,” jelasnya.
Kemudian Martin melanjutkan lagi kalau Ferdy Sambo telah dinonaktifkan.
“Sore harinya, pak FS telah dinonaktifkan. Nah makanya saya bingung, pak Mahfud lagi di Mekah di Madinah, kok tiba-tiba dia bilang dia yang memindahkan propam?” lanjutnya.
Martin Simanjuntak berpesan agar Mahfud MD jangan lupa bahwa kesuksesan adalah milik pribadi.
“Jangan lupakan juga, pak (Mahfud MD). Bapak (Mahfud MD) kan juga pembantu presiden. Jangan karena bapak (Mahfud MD) anggap sukses itu walaupun belum tentu benar ya, kesuksesan itu milik bapak (Mahfud MD) pribadi, tapi buruknya bapak (Mahfud MD) bilang itu pemerintah, itu nggak fair,” pesannya.***

Share this article
Martin Simanjuntak beri pesan menohok ini kepada Mahfud MD soal kasus Ferdy Sambo, minta mantan Menkopolhukam tidak lupakan hal ini.