AYOJAKARTA.COM – Pengamat politik M. Qodari menilai jika pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo-Gibran menjadi presiden maka diprediksi anggaran pertahanan akan meningkat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Qodari dalam sebuah akun YouTube Panangian Simanungkalit yang mana sedang membahas terkait sosok yang akan menjadi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran.
Adapun sosok yang nantinya kemungkinan tidak lagi menjadi Menteri adalah Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Kita ketahui saat ini Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan di masa kepresidenan Joko Widodo.
Baca Juga: Daya Tampung 10 Jurusan Kuliah di FPBS UPI untuk SNBP serta SNBT, Terbanyak adalah Prodi Ini…
Alasan adanya kemungkinan Sri Mulyani tidak lagi menjadi Menteri keuangan lantaran adanya perbedaan pemikiran antara Sri Mulyani dan Prabowo Subianto.
Perbedaan pemikiran antara keduanya yakni terkait anggaran pertahanan.
“Yang mungkin menarik adalah soal Menteri Keuangan, kita lihat bahwa pak Prabowo dengan ibu Sri Mulyani ini kelihatannya ada perbedaan pemikiran mengenai anggaran pertahanan,” ucap Qodari.
Qodari menilai bahwa ketika Prabowo Subianto menjadi Presiden maka anggaran pertahanan Indonesia akan meningkat.
Hal tersebut dikarenakan Prabowo Subianto memiliki pemikiran bahwa sebuah bangsa akan kuat jika memiliki militer yang kuat.
“Saya agak yakin bahwa ketika pak Prabowo menjadi presiden maka anggaran pertahanan Indonesia akan meningkat karena pak Prabowo punya doktrin bahwa suatu negara itu akan kuat kalau militernya juga kuat,” terang Qodari.
Sehingga Qodari menilai bahwa jika suatu bangsa ingin merdeka dan menghadapi negara asing, maka hal yang pertama dilakukan yakni memiliki persenjataan yang kuat, namun untuk kekuatannya belum dipastikan akan seberapa kuat.
“Kita kalau mau merdeka kita mau menghadapi negara-negara asing maka persenjataan kita harus kuat gitu, saya nggak tau akan dibuat seberapa kuat ya, tapi kayaknya hampir pasti lebih kuat daripada sekarang inilah,” kata Qodari.
Lebih lanjut, Qodari menyebutkan jika sosok Sri Mulyani adalah sosok yang akan menahan diri untuk belanja anggaran pertahanan anggaran militer, namun ini belum dipastikan apakah kemauan dari Sri Mulyani sendiri atau arahan dari Joko Widodo.
“Sementara ibu Sri Mulyani selama ini, entah ini pemikiran beliau pribadi, entah pemikiran pak Jokowi kelihatannya kan nggak lebih menahan dirilah soal belanja anggaran pertahanan anggaran militer khususnya alutsista itu,” nilai Qodari.

Share this article
Pengamat politik M. Qodari menilai jika Prabowo-Gibran menjadi presiden maka diprediksi anggaran pertahanan akan meningkat dan Sri Mulyani..