AYOJAKARTA.COM – Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo memberikan pendapat terkait naiknya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Menteri ATR/Kepala BPN.
Ganjar menilai diangkatnya AHY menjadi menteri merupakan sebuah kompensasi atas bergabungnya demokrat ke dalam koalisi pemerintahan.
"Kalau itu sudah pasti, kan mereka sekarang sudah dalam koalisi. Jadi sebenarnya meresmikan saja, dan mengkompensasi dalam bentuk jabatan. Saya kira itu bagus. Dua-duanya teman saya. Selamat bekerja," ucap Ganjar, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Kamis, 22 Februari 2024.
Walaupun begitu, Ganjar menyampaikan bahwa pemilihan menteri merupakan sebuah hak prerogatif Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Pengangkatan AHY menjadi menteri merupakan sebuah fenomena yang biasa menurut Ganjar, lantaran memang ada posisi kosong di pemerintahan.
Baca Juga: Anies Baswedan Pernah Sebut AHY Kurang Pengalaman, tapi Jokowi Menunjuknya sebagai Menteri ATR/BPN
"Itu hak prerogatif presiden. Ada kursi menteri kosong diisi, ini proses biasa saja sih," ujar Ganjar.
Sebelumnya, AHY resmi dilantik menjadi Menteri ATR/Kepala BPN di Kabinet Indonesia Maju (KIM) pada masa jabatan 2019-2024 di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 21 Februari 2024.
AHY menjabat sebagai Menteri ATR/Kepala BPN menggantikan Hadi Tjahjanto, yang dimana ia juga dilantik sebagai Menko Polhukam pada hari yang sama.
Hadi Tjahjanto dilantik menjadi Menko Polhukam menggantikan Mahfud Md yang sebelumnya mengundurkan diri dengan alasan menghindari konflik kepentingan pada Pilpres 2024.
Baca Juga: Dilantik Jadi Menteri ATR, AHY Bongkar Alasan Gabung Kabinet Jokowi: Ini Peluang yang Baik
Demokrat merupakan salah satu partai yang tergabung dalam koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
Pasangan Prabowo-Gibran hingga saat ini unggul berdasarkan quick count dan hasil sementara real count KPU.***

Share this article
Ganjar menilai diangkatnya AHY menjadi menteri merupakan sebuah kompensasi atas bergabungnya demokrat ke dalam koalisi pemerintahan.