AYOJAKARTA.COM -- Penyaluran bantuan sosial (bansos) beras 10 kg per bulan diberikan untuk 22 juta masyarakat yang kurang mampu.
Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal akan menghentikan penyaluran bantuan sosial (bansos) beras 10 kg.
Sinyal tersebut datang ketika Presiden Jokowi menyalurkan bansos beras 10 kg di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Daftar Bansos yang Cair Sebelum Ramadhan 2024, BLT Mitigasi Risiko Pangan dan PKH BPNT Tahap 2 Ada?
Presiden Jokowi menyampaikan Januari hingga Juni 2024, KPM akan diberikan bansos beras 10 kg per bulan.
“Kita diberi 10 kg setiap bulan, bedanya itu,” ujar Presiden Jokowi seperti yang dikutip dari YouTube Metrotv.
Namun, mulai Juli 2024 Presiden akan melihat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk melanjutkan atau menghentikan bansos tersebut.
“Saya akan lihat lagi APBN kita, kalau cukup (akan disalurkan) tapi saya nggak janji loh,” tuturnya.
Baca Juga: Bansos BLT Mitigasi Risiko Pangan Cair Saat Ramadhan, Segini Nominal yang Akan Diterima KPM
Sementara itu, CO-Captain Timnas AMIN, Sudirman Said menyampaikan jika sebaiknya Presiden Jokowi tidak mempermainkan perasaan masyarakat.
Apalagi saat ini banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan beras karena tingginya bahan pokok saat ini.
“Sebaiknya jangan terus mengaduk-aduk emosi warga yah, ini orang lagi sulit nyari beras, harganya mahal diperolehnya sulit,”kata Sudirman Said.
“Kemudian orang diberi harapan ada bansos terus menerus tiba-tiba ditiadakan,” imbuhnya.
Sudirman Said juga mengaitkan bansos beras 10 kg yang kemungkinan ditiadakan dengan tanda kemenangan dari paslon tertentu.
“Apalagi kalau dikaitkan dengan tanda-tanda sudah ada kemenangan kemudian janji yang disampaikan itu ditarik kembali,” tuturnya.***

Share this article
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal akan menghentikan penyaluran bantuan sosial (bansos) beras 10 kg, ini kata Sudirman Said.