AYOJAKARTA.COM - Pipa milik Pertamina Adera yang berada di wilayah Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan yang pecah sempat dikira ada orang yang iseng menumpahkan minyak diatas tanah yang menyebabkan pencemaran lingkungan.
Tetapi setelah dilakukan penggalian yang disepakati warga dan pihak Pertamina Adera pada Minggu 10 Maret 2024, maka perusahaan itu tak bisa lagi mengelak lantaran jelas terlihat rembesan minyak keluar dari dalam tanah arah lokasi pipa berada.
Hanya saja, untuk pembersihan sisa leleran minyak yang keluar dari pipa yang bocor, warga masih bersikeras untuk tidak dilakukan terlebih dahulu karena belum ada kesepakatan.
Menurut keterangan Edi, salah satu warga setempat bahwa hingga saat ini belum ada itikad baik dari perusahaan plat merah tersebut.
Padahal pipa pecah itu telah berlangsung lebih satu pekan, namun yang datang hanya pekerja lapangan yang ingin melakukan pembersihan.
"Setelah digali terlihat jelas ada aliran minyak mentah keluar dari dalam tanah berasal dari titik dimana pipa berada," ungkap Edi.
Dengan adanya bukti itu, pihak Pertamina Adera tak bisa mengelak lagi dan harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga.
"Kami belum mengizinkan pihak perusahaan membersihkan sisa minyak yang mencemari lingkungan sebelum ada kejelasan," terang Edi.
Edi menegaskan akan membawa permasalahan ini ke pemerintah kabupaten PALI serta DPRD dan aparat hukum.
Baca Juga: 7 Kota Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Indonesia, Tiga di Antaranya Ada di Pulau Jawa
"Kalau belum ada titik temu, kami akan adukan masalah ini ke Bupati, DPRD juga ke aparat hukum. Karena permasalahan sebelumnya juga belum ada kejelasan sementara kami banyak dirugikan," tegasnya.
Sementara itu, dari pihak Pertamina Adera maupun SKK Migas hingga berita ini diturunkan masih belum memberikan penjelasan. ***

Share this article
Untuk pembersihan sisa leleran minyak, warga masih bersikeras untuk tidak dilakukan terlebih dahulu karena belum ada kesepakatan.