AYOJAKARTA.COM - Senin, 11 Maret 2024, menjelang waktu shalat Maghrib, warga ibu kota berduyun-duyun menuju masjid Istiqlal untuk menunaikan shalat Maghrib dan Isya berjamaah, kemudian disambung dengan shalat tarawih pertama tahun ini.
Sebelum shalat tarawih hari pertama digelar, jamaah mendengarkan ceramah dari Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar yang bertajuk “Puasa, Ibadah Multidimensi”.
Dalam ceramahnya, K.H. Nasaruddin Umar berpesan bahwa Ramadhan yang secara harfiah berarti menghanguskan, membakar. Disebut Ramadhan karena bulan ini menghanguskan dan membakar semua dosa-dosa yang diperbuat di luar bulan Rumadhan.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Apa yang Pertama Kali Kamu Lihat Akan Ungkap Sisi Baik atau Ambisius dalam Dirimu!
Keistimewaan bulan Ramadhan ini membuat umat-umat terdahulu ingin menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
Menurut K.H. Nasaruddin Umar, ada beberapa tingkatan puasa. Yang pertama, puasa syariah atau puasa fiqh, yakni menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami-istri. Puasa ini dilakukan oleh orang-orang awam.
Kedua, puasa thariqah. Ini puasa yang dilakukan oleh orang salik, orang yang sedang berjalan menuju Tuhannya. Puasa ini lebih dari sekadar menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan suami-istri, melainkan juga menahan diri dari berkata-kata yang tidak perlu. Puasa thariqah juga membatasi pendengaran, penciuman, pikiran kita.
Ketiga, puasa hakikat. Ini adalah tingkatan tertinggi dari orang yang berpuasa, menghindari pujian dari manusia. Sebab yang pantas dipuji hanyalah Allah SWT. Bagi orang ahli hakikat, keinginan untuk mendapatkan pujian dari manusia sesungguhnya adalah kemusyrikan.
“Racun ibadah itu adalah kemusyrikan,” pesan K.H. Nasaruddin Umar, “Sedang riya itu adalah musyrik.”
K.H. Nasaruddin Umar menyitir bagian akhir surat Al-Kahfi ayat 110 yang artinya, “Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
Baca Juga: Pilih 1 Bulu dan Ungkap Seperti Apa Kepribadianmu, Berhati Mulia atau Unik?
Untuk membantu jamaah menyimak ceramah K.H. Nasaruddin Umar, panitia menyiapkan dua televisi besar di sisi kiri dan kanan.
Shalat tarawih perdana ini diimami oleh Ust. Anshoruddin Ibrahim sebagai Imam I dan Ust. Hasanuddin Sinaga sebagai Imam II.
***

Share this article
Keistimewaan bulan Ramadhan 2024 ini membuat umat-umat terdahulu ingin menjadi umat Nabi Muhammad SAW.