AYOJAKARTA.COM -- Pascapilpres 2024, spekulasi politik di Indonesia semakin memanas dengan isu-isu mengenai pergerakan politik tokoh-tokoh penting.
Salah satu isu yang mencuat adalah kemungkinan bergabungnya Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, dengan Partai Golkar.
Namun pengamat politik Muhammad Qodari, menyoroti potensi yang lebih besar bagi putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming, untuk mengambil posisi ketua umum Partai Golkar.
Baca Juga: Mahfud MD Sarankan Gibran Rakabuming Raka Perhatikan RUU Pemilihan Gubernur Jakarta
Menurut Qodari, peluang Gibran untuk memimpin Golkar tidak bisa diabaikan, terutama karena Gibran diperkirakan akan dilantik sebagai wakil presiden pada bulan Oktober mendatang jika berhasil memenangkan Pemilihan Presiden 2024.
Dengan kedekatannya dengan kekuasaan, Partai Golkar bisa mendapatkan akses yang lebih kuat di pemerintahan.
"Pengangkatan Gibran sebagai ketua umum dapat memberikan manfaat elektoral signifikan bagi Partai Golkar, terutama karena mayoritas pemilih adalah kalangan muda, dan Gibran adalah sosok muda dengan popularitas yang cukup tinggi," ungkap Qodari, dikutip dari MetroTV, Rabu 13 Maret 2024.
Baca Juga: Gusti Bhre Digadangkan Bakal Gantikan Gibran Pimpin Solo, Mangkunegara X: Mengalir Aja
Pernyataan Qodari ini didukung oleh penilaian Airlangga Hartarto.
Ketua Umum Partai Golkar, yang mengungkapkan kedekatan antara partainya dan Jokowi.
Menurut Airlangga, hubungan yang erat ini tercermin dari kehadiran konstan Presiden Jokowi dalam berbagai acara Golkar.
Meskipun spekulasi tentang Jokowi bergabung dengan Golkar masih beredar, fokus saat ini lebih tertuju pada Gibran Rakabuming.
Dia memiliki kans kuat yang berpotensi mengambil alih kursi ketua umum Partai Golkar, mengingat perannya yang semakin signifikan dalam politik nasional.
Sementara itu Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan peluang Jokowi menjadi orang nomor satu atau yang meng-endorse seseorang menjadi ketum golkar semakin kuat bila Munas Golkar digelar sebelum pelantikan presiden.
Sementara bila Munas Golkar digelar setelah pelantikan, sekitar bulan Desember, maka tokoh yang kuat menjadi ketum adalah Bahlil Lahadalia.

Share this article
Peluang Gibran untuk memimpin Golkar tidak bisa diabaikan, terutama karena Gibran diperkirakan akan dilantik sebagai wakil presiden.