AYOJAKARTA.COM - Di era yang serba terbuka saat ini, mudah bagi kita untuk mencari tahu tentang apa saja, termasuk obat-obatan yang diresepkan dokter.
Usai dari konsultasi dengan dokter, gatal sekali rasanya tangan jika tidak membuka smartphone dan meng-googling obat yang diresepkan untukmu.
Hasilnya kamu jadi tahu, kandungan kimia dalam obat, indikasinya, serta kontraindikasi dari obat tersebut.
Baca Juga: PPPK Guru di Daerah Ini Sepi Peminat, Manfaatkan Kesempatan Emas Ini
Jika kamu termasuk orang yang percaya dengan teori konspirasi, bukan tidak mungkin jadi meragukan obat dan kompetensi dokter yang meresepkannya.
Khususnya dalam bidang kedokteran jiwa, menurut dokter Andri melalui akun TikToknya @psikosomatikandri, kita sebaiknya tidak meng-googling obat-obatan yang diberikan oleh psikiater.
Menurut dokter Andri, dirinya seringkali menemukan banyak pasien yang berusaha untuk mencoba mencari tahu apa yang diberikan oleh psikiaternya.
Baca Juga: Melawan Bullying dengan Cara yang Elegan, Catat Tips dari Guru BK Ini dan Terapkan!
Biasanya obat-obatan yang diberikan coba dicek, googling sendiri dan mencoba melihat perspektif dari pasien itu sendiri terhadap pengobatannya.
Alih-alih membantu, hal tersebut justru mempersulit proses untuk mengobati keluhannya sendiri.
Dokter memberikan resep obat kepada pasiennya merupakan hasil belajar bertahun-tahun, bukan semata-mata bertanya kepada profesor Google.
Ketika kamu mencari informasi di Google tentang obat yang diresepkan, mungkin kamu akan berpikir, “Oh ada indikasi tertentu dari obat ini.”
Baca Juga: 8 Hal yang Tidak Boleh Dikatakan kepada Orang yang Sedang Berduka, Salah Satunya 'Ayo Move On'
Menurut dokter Andri, bahkan seorang dokter sekalipun, kalau kompetensinya berbeda, tidak bisa saling memberikan penilaian terhadap apa yang diberikan oleh seorang dokter terhadap pasiennya.
Apalagi jika ini dilakukan oleh orang awam, tentu bisa menimbulkan prasangka yang bisa jadi kontraproduktif terhadap proses pengobatan pasien.
Jadi, mulai sekarang, lebih baik tidak meng-googling sendiri obat-obatan yang diresepkan oleh dokter kecuali kamu mencari apotek online yang menjualnya dengan harga yang lebih murah.
***

Share this article
Di era yang serba terbuka saat ini, mudah bagi kita untuk mencari tahu tentang apa saja, termasuk obat-obatan yang diresepkan dokter.