AYOJAKARTA.COM - Andi Malinda Putri Utami atau lebih dikenal dengan nama Linda, merupakan sosok penting dalam kasus kematian pasangan Vina-Eky.
Melalui rekaman suara Linda yang terlihat dirasuki arwah Vina, kasus pasangan Vina-Eky yang menjadi sorotan di tahun 2016 kemudian berhasil diungkap.
Berdasarkan hasil rekaman suara Linda tersebut, polisi berhasil meringkus delapan orang tersangka yang dicurigai terlibat dengan peristiwa pasangan Vina-Eky.
Linda pun diketahui ikut berkomentar atas rekamannya yang dijadikan sumber bagi pihak kepolisian untuk mengungkap kasus pembunuhan Vina-Eky.
Menurut Linda peristiwa kerasukan arwah bukanlah hal asing bagi keluarganya.
“Aku bukan pertama kali kesurupan, kalo kesurupan ya keluarga aja tidak sampai orang lain tahu, kenapa aku ditontonin orang, aku kenapa lagi ini,” ungkap Linda usai kerasukan.
Selain mengaku sering mengalami peristiwa kerasukan, wanita yang saat ini berusia 26 tahun tersebut juga sempat terkejut dengan rekaman suaranya sendiri.
Terlebih karena buntut dari beredarnya suara rekaman saat kesurupan tersebut, keselamatan dan kehidupan Linda sempat terancam.
Berawal dari suara rekaman Linda yang sudah diviralkan oleh seorang YouTuber, pihak keluarga Vina kembali mendesak pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan.
Dari sejumlah alat bukti, polisi berhasil ringkus delapan orang yang tujuh diantaranya hingga kini masih mendekam di ruang tahanan.
Baca Juga: 9 Ciri Psikologis Orang yang Sedang Berbohong ketika Berbicara, Bibir dan Mata Terlihat Seperti Ini
Linda mengungkap sempat dihantui rasa takut dengan status dari salah seorang pelaku yang saat itu sudah berada di dalam ruang tahanan.
Melalui unggahan status tersebut, Linda mengetahui bahwa seorang pelaku sempat mengancam akan membakar rumahnya.
“Tahun 2016, pelaku sudah di dalam LP tapi bisa pegang HP, ancaman itu ada di statusnya Rivaldi,” ungkap Vina terkait nama pelaku yang membuat status bernada ancaman.
Sehubungan dengan mencuatnya kembali kasus Vina-Eky di tahun 2024 usai tayangan film, Linda menyatakan kurang berkenan dengan penggunaan rekaman suara miliknya.
Menurut Linda, salah satu dampak dari rekaman suara yang semakin banyak diketahui tersebut, kenyamanannya sebagai pribadi menjadi terganggu.
Terlebih karena tidak sedikit warganet yang mendesak Linda segera membantu keluarga mendiang Vina untuk mendapatkan keadilan.
Adapun cara yang diminta sejumlah warganet terhadap Linda adalah dengan bersedia memberi kesaksian atas peristiwa di tahun 2016 silam.
Bagi Linda permintaan untuk bersaksi melalui proses kesurupan sangat tidak relevan untuk dilakukan.
“Itulah, masa orang kesurupan mau dijadikan saksi, netizen; setannya aja yang dipanggil!” tegas Linda. ***

Share this article
Polisi minta Linda untuk bersaksi di kasus Vina Cirebon, sempat cerita pernah merasa terancam karena rekaman suaraviral