AYOJAKARTA.COM – Warganet di platform X hingga kini masih dibuat terkejut dengan adanya wacana pemberhentian tenaga Guru Honorer di salah satu daerah.
Keluhan dari para Guru Honorer tersebut sedianya sempat menjadi salah satu materi pembahasan antara Forum Guru Honorer dengan Komisi X DPR.
Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi X, para Guru yang tergabung dalam Forum Guru Honorer mengaku antusias dengan adanya kesempatan mengikuti PPPK.
Termasuk dalam kategori P1 atau Prioritas Pertama, para guru honorer berharap akan mendapat kesempatan lebih luas untuk bisa menjadi PNS PPPK.
Belum lagi kabar membahagiakan terealisasi, kabar mengejutkan tiba-tiba datang salah seorang warganet pengguna platform X.
Melalui sejumlah unggahannya, pemilik X dengan nama akun @*anatul_9* memberikan sejumlah pandangan terkait polemik yang dihadapi oleh para guru honorer.
Baca Juga: 3 Ide Usaha Menarik untuk Pensiunan, Dapat Penghasilan yang Menjanjikan!
Menurut pemilik akun, pembicaraan mengenai nasib para guru honorer sebelumnya sudah menjadi pembahasan dengan Komisi X DPR melalui Rapat Dengar Pendapat.
Sayangnya, substansi pembahasan yang sudah dibicarakan dengan Komisi X DPR justru bertolak belakang dengan realitas di daerah.
Pada unggahan tersebut, pemilik akun juga memberikan sejumlah bukti tangkapan layar hasil dari percakapan WhatsApp.
Melalui percakapan tersebut diketahui adanya kabar pemecatan guru honorer yang sedang terjadi di sebuah daerah di Indonesia.
Baca Juga: CATAT! BARANTIN Buka 1.097 Formasi PPPK dan CPNS 2024, Cek Rincian Kuota dan Daftar Formasinya!
Meski tidak secara eksplisit menyebutkan daerah yang dimaksud, Pemilik akun juga menyematkan tangkapan layar dari TLHP BPK.
Dalam tangkapan layar Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan disebut tentang adanya Cleansing atau Pembersihan guru honorer.
Lebih lanjut, para guru honorer dari satuan pendidikan negeri yang mendapat pesan tersebut diminta untuk melakukan pengisian data.
Disamping melampirkan dua bukti adanya pembersihan guru honorer di sekolah negeri, Pemilik Akun juga memberikan sejumlah pernyataan.
“Ada pihak yang diam-diam menonton, memperhatikan dan menyisir di belakang, inilah ruang-ruang gelap pendidikan kita,” tulis Pemilik Akun.
Unggahan tertanggal 11 Juli 2024 pukul 19:49 perihal adanya pembersihan guru honorer di sekolah negeri tersebut, mendapat tanggapan beragam dari warganet.
Selain memberi dukungan moril bagi para guru tenaga honorer yang ikut menjadi sasaran cleansing atau pembersihan, warganet juga memberi kritik dan masukan.
Menurut seorang warganet, salah satu penyebab adanya pembersihan bagi para guru honorer adalah akibat pasar gelap dunia pendidikan.
“Sulit diberantas karena pasar gelap pendidikan ini ada, regulatornya juga abai, sempurna sudah,” tulis warganet pemilik akun @*rykIr* pada kolom komentar.
Share this article
Keluhan dari para Guru Honorer tersebut sedianya sempat menjadi salah satu materi pembahasan antara Forum Guru Honorer dengan Komisi X DPR.