AYOJAKARTA.COM — Dalam sebuah pengakuan, Dede, salah satu saksi kunci dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon, mengungkapkan sejumlah kejanggalan.
Dede mengaku ada sejumlah kejanggalan dalam penyidikan kasus Vina Cirebon yang berlangsung sejak tahun 2016 silam.
Melalui kuasa hukumnya, Otto Hasibuan, Dede mengaku bahwa kesaksiannya selama ini telah diarahkan oleh pihak-pihak tertentu.
Dede juga telah mengaku bahwa ia merasa bersalah atas kebohongan yang telah disampaikannya.
Dede, yang selama ini dikenal sebagai saksi dalam kasus tersebut, membagikan pengalamannya mengenai bagaimana kesaksiannya didorong oleh Aep dan Rudiana.
Menurut Dede, ia diarahkan untuk memberikan kesaksian yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Baca Juga: Dede Saksi Kasus Vina Cirebon Mengaku Diarahkan 2 Pihak Tertentu, Ini Peran Masing-Masing
Ia menjelaskan bahwa Aep dan Rudiana memberikan instruksi khusus mengenai apa yang harus disampaikan dalam kesaksiannya.
Menurut Dede, Aep memintanya untuk menyebutkan bahwa pembunuhan dilakukan oleh sekelompok orang.
Sedangkan Rudiana memberikan instruksi terkait sepeda motor dan nama-nama pelaku.
“Aep memberi tahu bahwa bilang saja dari segerombolan orang di situ. Pak Rudiana memberi tahu masalah motor sama nama Pak,” ujar Dede, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV pada Selasa, 23 Juli 2024.
Dede mengaku bahwa saat itu ia telah memberi tahu Rudiana bahwa ia tidak mengenal para pelaku, baik wajah maupun nama mereka.
Selama delapan tahun terakhir, Dede merasa tertekan dan bersalah karena telah memberikan keterangan yang tidak benar.
Ia mengungkapkan bahwa meskipun ia ingin jujur, ia merasa bingung tentang bagaimana dan kepada siapa ia harus mengungkapkan kebenaran.
“Selama 8 tahun pun sebenarnya saya mau jujur Pak, mau mengungkap ini sebenar-benarnya, namun saya bingung mau mengungkap ke siapa, pendamping pun saya tidak punya,” ungkapnya dengan emosional.
Dede juga mencurahkan rasa bersalahnya terkait dengan kenyamanan hidupnya sementara para terpidana harus menjalani hukuman seumur hidup.
“Saya hidup enak di sini pak bisa kerja bisa nikah istilahnya Pak sama anak istri bisa bahagia sedangkan dia dipenjara seumur hidup Pak, saya merasa berdosa,,” tutup Dede.
Pengakuan ini membuka kembali perdebatan mengenai integritas penyidikan kasus pembunuhan Vina Cirebon.***

Share this article
Dede mengaku ada sejumlah kejanggalan dalam penyidikan kasus Vina Cirebon yang berlangsung sejak tahun 2016 silam.