AYOJAKARTA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat tentang ancaman gempa zona megathrust di beberapa zona seismik di Indonesia.
Terdapat seismic gap yang menjadi sinyal kewaspadaan, terutama di wilayah Mentawai-Siberut dan Selat Sunda.
Di mana wilayah itu gempa besar belum terjadi selama ratusan tahun.
Sehingga kekosongan aktivitas seismik ini, menurut BMKG, mengindikasikan adanya energi besar yang terpendam.
Ada potensi yang memicu gempa berkekuatan tinggi, atau megathrust, yang tinggal menunggu waktu untuk terjadi.
Jika kita melihat sejarah, gempa dengan magnitudo besar seperti di Aceh-Andaman pada tahun 2004 dengan kekuatan M 9,2 sudah pernah terjadi.
Maka bukan tidak mungkin jika gempa dengan magnitudo besar lain juga terjadi di wilayah atau zona megathrust.
Namun, BMKG menyatakan bahwa beberapa zona lain, seperti Mentawai-Siberut dan Selat Sunda, masih berpotensi mengalami gempa berkekuatan di atas M 8,0.
Terdapat 16 zona yang dipetakan oleh BMKG sebagai wilayah yang memiliki potensi megathrust.
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube METRO TV pada Sabtu, 7 September 2024, inilah 16 zona yang memiliki potensi megathrust:
Megathrust Aceh-Andaman (M 9,2)
Megathrust Nias-Simeulue (M 8,9)
Megathrust Batu (M 8,2)
Megathrust Mentawai-Siberut (M 8,7)
Megathrust Mentawai-Pagai (M 8,9)
Megathrust Enggano (M 8,8)
Megathrust Selat Sunda-Banten (SSB) (M 8,8)
Megathrust Jawa Barat (M 8,8)
Megathrust Jawa Tengah-Jawa Timur (M 8,9)
Megathrust Bali (M 9,0)
Megathrust NTB (M 8,9)
Megathrust NTT (M 8,7)
Megathrust Laut Banda Selatan (M 7,4)
Megathrust Laut Banda Utara (M 7,9)
Megathrust Utara Sulawesi (M 8,5)
Megathrust Lempeng Laut Filipina (M 8,2)
BMKG menekankan pentingnya kesiapan alat peringatan dini serta penerapan mitigasi bencana secara maksimal.
Otoritas setempat dan masyarakat diminta untuk waspada karena potensi gempa besar serupa dengan gempa Aceh, yang diikuti tsunami, bisa saja terjadi di zona megathrust lain di Indonesia.
Memahami dan mengantisipasi potensi bencana ini menjadi krusial.
Dengan peringatan ini, BMKG berharap langkah-langkah mitigasi dapat dilakukan secara efektif untuk meminimalisir dampak gempa besar yang berpotensi terjadi kapan saja.***

Share this article
Terdapat seismic gap yang menjadi sinyal kewaspadaan, terutama di wilayah Mentawai-Siberut dan Selat Sunda.