Buka-bukaan! Saka Tatal dan Dede Bongkar Kekerasan dan Kesaksian Palsu saat Sidang PK 6 Terpidana Kasus Vina Cirebon, Iptu Rudiana Tersudut?

Pengakuan Para Saksi Terkait Iptu Rudiana di Sidang PK
Pengakuan Para Saksi Terkait Iptu Rudiana di Sidang PK

AYOJAKARTA.COM - Kasus kematian Vina Cirebon dan Muhammad Rizky Rudiana alias Eky masih meninggalkan misteri.

Pasalnya dugaan adanya kesalahan dalam penangkapan tujuh terpidana yang diduga menjadi penyebab utama meninggalnya Vina dan Eky semakin jelas.

Iptu Rudiana menjadi salah satu sosok utama yang disebutkan para saksi baik Saka Tatal dan Dede mempunyai andil besar di dalam proses penyidikan kematian Vina dan Eky delapan tahun silam.

Sidang PK (Peninjauan Kembali) yang dimohonkan enam terpidana kasus kematian Vina dan Eky masih terus digelar di Pengadilan Negeri Cirebon.

Baca Juga: Saka Tatal Jadi Saksi, Otto Hasibuan Ajukan Permohonan Penting di Sidang PK 6 Terpidana Kasus Vina-Eky

Dua saksi fakta dihadirkan tim kuasa hukum enam terpidana dalam persidangan PK untuk dimintai keterangan atau kesaksian terkait kejadian kematian Vina dan Eky tanggal 27 Agustus 2016.

Saka Tatal dan Dede memberikan saksi, apa yang sebenarnya diketahui dan dialami saat penyidikan kasus kematian Vina Cirebon dan Eky.

Hal yang menarik perhatian publik adalah sosok Kapolsek Kapetakan, Cirebon, Iptu Rudiana yang disinggung oleh saksi dalam sidang PK tanggal 12 dan 13 September 2024.

Ayah kandung mendiang Eky ini disebut menjadi salah satu oknum polisi yang diduga melakukan tindakan kekerasan kepada enam terpidana hingga mengarahkan saksi untuk membuat kesaksian palsu.

Baca Juga: Kasus Sejoli Vina-Eky Butuh Tanggung Jawab Struktural, Kesaksian Saka Tatal Bakal Buat Sejumlah Perwira Polisi Viral?

Saka tatal, terpidana bebas murni kasus kematian Vina yang divonis delapan tahun penjara ini mengungkap fakta mencengangkan hingga mengalami kekerasan yang diduga dilakukan Iptu Rudiana saat penyidikan di Polresta Cirebon Kota, delapan tahun silam.

"Mukul sama nginjek, pukul pakai tangan. Kalau mukul banyak bukan satu dua orang, dibilang 10 sampai 20 lebih," kata Saka Tatal dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Kompas TV, Minggu 15 September 2024.

Ditanya apakah dari oknum polisi yang melakukan kekerasan tersebut ada Iptu Rudiana, Saka mengiyakan dan menjawab dengan tegas.

"Yakin," tegasnya.

Baca Juga: Saka Tatal Minta Sudirman Minta Bicara Apa Adanya Soal Kasus Vina Cirebon: Jangan Ikutin Arahan Orang Lain

Saka Tatal yang juga telah mengajukan PK untuk membersihkan nama baiknya karena merasa tak bersalah dalam kasus kematian Vina dan Eky ini, mengungkapkan peristiwa saat dilakukan penyidikan di Polresta Cirebon Kota pasca ditangkap tanggal 31 Agustus 2016.

"Saya ngomong apa adanya saja. Saat malam kejadian saya ada di mana, sama siapa, terus ke bengkel sama siapa, dari bengkel ke mana lagi," ujar Saka.

Saka yang merupakan keponakan dari salah satu terpidana bernama Eka Sandi ini juga menerangkan bahwa saat penyidikan, banyak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oknum polisi Polresta Cirebon Kota.

"Saat di Polresta Cirebon, semua (tujuh terpidana) dijereng ke depan, dibarisin, sudah ke depan maju nanti di depan teralis dijambak sama diaduin sama teralis," jelasnya.

Baca Juga: Sewindu Kasus Kematian Vina dan Eky Berjalan Tanpa Ada Penyelesaian, Kuasa Hukum Saka Tatal Ungkap Penyebab Utamanya!

Sama seperti Saka Tatal, Dede yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang PK enam terpidana tanggal 13 September 2024 mengungkapkan fakta yang tak kalah mencengangkan.

Menurut kesaksiannya, Aep dan Iptu Rudiana menjadi sosok yang mengarahkannya membuat kesaksian palsu saat penyidikan di Polresta Cirebon Kota pada September 2016 silam.

"Saya ditelpon Aep tanggal 2 September malam, diajak untuk menemaninya memberikan kesaksian untuk kasus kematian Eky, anak Pak Rudiana," terangnya.

"Sebelum ketemu Rudiana, saya berhenti di bawah pohon mangga di Polres dalam. Saya tanya Aep mau ngapain ke sini, memberi kesaksian kata Aep, anaknya Pak Rudiana meninggal," ujar Dede.

Baca Juga: Kasus Vina Cirebon Game Over? Ekstraksi Percakapan Tak Muncul sebagai Bukti, Kuasa Hukum Saka Tatal Ungkap Hal Ini

Dede sempat bingung dan bertanya motif Aep mengajaknya memberi kesaksian atas kasus meninggalnya Vina dan Eky, padahal ia tak mengenal bahkan mengetahui peristiwa yang terjadi di malam kejadian.

"Untuk apa, saya tidak mengenal. Kata Aep udah nanti kamu tinggal bilang aja, kamu melihat segerombolan orang dan ada motor lewat," imbuhnya.

"Satu motor dilempari, terus dikejar terus dipepet membawa bambu, itu semua diceritakan Aep," ungkap Dede.

Dede menjelaskan bahwa Iptu Rudiana juga mengarahkannya untuk membuat kesaksian penyidikan yang tak pernah diketahuinya.

Baca Juga: Dugaan Peradilan Sesat Pasca Jessica Wongso Ajukan PK Jadi Sorotan, Pakar Hukum Pidana Bongkar Kesamaan dengan Kasus Saka Tatal

"Pak Rudiana datang kurang lebih 5 menit setelah saya datang. Setelah itu saya tanya ke Rudiana, ini buat kesaksian apa," katanya.

"Katanya buat kesaksian anak saya, saya tidak tahu pak peristiwa itu dan saya tidak melihat ada orang nongkrong di situ", ujar Dede.

Menurutnya, Rudiana memberikan arahan kepada Dede agar tetap memberikan kesaksian yang sudah diarahkan Aep di depan penyidik Polresta Cirebon Kota.

"Udah kan kamu udah dikasih tahu Aep juga, ya udah saya bingung di situ, saya berpikir di situ, bengong di situ kurang lebih setengah jam di bawah pohon mangga situ," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Vina Cirebon Memanas! Desakan Susno Duadji Soal AKBP Inisial R saat Sidang Saka Tatal Berbuntut Perseteruan dengan Ricky Sitohang

"Dia bilang nanti kamu nyebut motor ini, ni, ni, ni bilangnya, saya juga bilang ya ya aja. Pak Rudiana juga bilang Aep kamu nanti nyebut nama ini, ni, ni, ni udah gitu doang pak, terus saya dibawa ke ruangan kecil kayak penyidik gitu," tambahnya.

Dalam kesaksiannya, Dede yang bernama lengkap Dede Riswanto dan pernah bekerja di tempat cucian mobil di Jalan Perjuangan Cirebon sekitar Agustus 2016 ini juga diarahkan Iptu Rudiana untuk tak hadir saat dipanggil Pengadilan Negeri Cirebon dalam persidangan kasus Vina tahun 2017 silam.

"Ya benar saya disuruh Rudiana untuk tidak datang di persidangan, lalu sudah tidak ada komunikasi lagi," tambahnya.

"Lalu setelah keluar dari cucian mobil itu, saya sudah lost contact dengan Rudiana, hingga delapan tahun ini. Dengan Aep juga lost contact," pungkasnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Muhammad Rizky Rudiana
# dede
# Aep
# Saka Tatal
# sidang pk
# Vina
# Iptu Rudiana
# Cirebon
# Eky

News Update

Gadget

Resmi Meluncur Mulai Rp4 Jutaan, Tecno Pova 8 5G Worth It Dibeli atau Mending Camon 50 Pro?

Tecno Pova 8 5G rilis mulai Rp4,1 jutaan (naik 66%). David GadgetIn soroti baterai raksasa 8.000 mAh, layar 144Hz, LED Alive Matrix, Dimensity 7100, serta kamera Sony Lythia 600 50 MP.

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.