AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini muncul kabar terkait Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra merencanakan akan bertemu dalam waktu dekat.
Pertemuan Ketum PDIP dan Partai Gerindra tersebut diperkirakan sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2024-2029 yang rencananya akan dilaksanakan pada 20 Oktober 2024.
Rencana pertemuan tersebut juga sudah dibenarkan oleh Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Baca Juga: Hina Prabowo Habis-habisan, Akun Kaskus Fufufafa Terciduk Puji Anies Baswedan
Pertemuan kedua pucuk pimpinan partai tersebut menjadi sorotan publik dan semakin santer diperbincangkan.
Lalu, akankah ini menjadi sinyal PDIP akan bergabung ke koalisi Prabowo-Gibran yakni KIM Plus?
Menurut politikus PDIP, Aria Bima, pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto mendatang tidak bisa disangkut pautkan dengan kepentingan-kepentingan yang sempit.
“Pertemuan tokoh besar yang melibatkan seorang tokoh seperti Ibu Mega dan Pak Prabowo itu tidak bisa kemudian dikerangkakan dengan hal yang menyangkut kepentingan-kepentingan sempit” ucap Aria Bima, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube tvOneNews, pada Senin, 16 September 2024.
Aria Bima mengatakan bahwa pertemuan kedua tokoh besar tersebut sangat penting, titip salam saja bisa membuat suasana yang damai secara sosial dan politik.
“Menurut saya bahwa pertemuan antar dua tokoh besar itu sangat penting baru titip salam saja sudah memberikan keteduhan warna secara sosial dan secara politik akhir-akhir ini” ujarnya.
“PDIP melihat pentingnya pertemuan kedua tokoh seperti Pak Prabowo dan ibu Mega ini penting, pentingnya di mana ya pentingnya buat masa bangsa ya” sambungnya.
Ia melihat bahwa rencana pertemuan Megawati dengan Prabowo Subianto tersebut mempunyai nilai yang cukup tinggi dan pertemuan tersebut tidak ingin dilihat seolah-olah akan bagi-bagi kursi pada saat mendekati pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.
“Saya melihat bahwa pertemuan itu mempunyai satu nilai yang cukup tinggi kemudian pertemuan itu tidak ingin dilihat atau tidak ingin dikerangkakan hanya seolah-olah itu mendekati pelantikan kemudian diskenariokan bagi-bagi kursi atau bagi-bagi kekuasaan ini yang menurut saya di atas kepentingan itu kedua tokoh ini bertemu” tutupnya.***

Share this article
Akankah PDIP bergabung dengan KIM Plus? Politikus PDIP Aria Bima ungkap agenda pertemuan Megawati dan Prabowo.