AYOJAKARTA.COM – Setelah peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), mayoritas saham emiten yang tergabung di dalamnya mengalami penurunan.
Danantara memiliki ambisi untuk menjadi salah satu Sovereign Wealth Fund (SWF) terbesar di dunia.
Jika berhasil, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia dan memperkuat ekonomi nasionaL.
Baca Juga: Akhir Bulan Penuh Berkah! PKH, BPNT, dan PIP Cair Serentak Mulai Besok
Namun, bersamaan peluncuran Danantara, mendapatkan reaksi negatif dari beberapa investor, beberapa saham emiten yang tergabung mengalami penurunan.
Pada perdagangan 24 Februari 2025, IHSG turun 0,78% ke level 6.749,60. Investor asing juga tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp 656,18 miliar di pasar reguler.
Bahkan, Analis Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menyebutkan terjadi outflow sebesar Rp 3,47 triliun.
Berikut adalah pergerakan harga saham beberapa bank BUMN setelah peresmian Danantara yang dikutip dari Kompas TV.
Baca Juga: Ramadhan 1446 H: Jadwal Sidang Isbat 1 Ramadhan 1446 H, Berikut dengan Link Streamingnya
Bank Mandiri (BMRI): Turun 1,48% menjadi Rp5.025 per lembar.
Bank Negara Indonesia (BBNI): Turun 1,86% menjadi Rp4.220 per lembar.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Naik tipis 0,99% menjadi Rp3.910 per lembar.
Pasar saham Indonesia menghadapi tekanan dari capital outflow yang cukup besar.
Peluncuran Danantara masih memunculkan pertanyaan di kalangan investor mengenai transparansi dan tata kelolanya.
Faktor lain yang mempengaruhi melemahnya pergerakan IHSG ialah ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif resiprokal yang digulirkan kembali oleh mantan Presiden AS Donald Trump. ***
Share this article
Setelah peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), mayoritas saham emiten melemah.