AYOJAKARTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau terjun bebas sampai 596 poin atau 9,16 persen ke level 5.914, pada pembukaan perdagangan Selasa, 8 April 2025.
Kondisi ini terjadi setelah libur panjang Lebaran serta sentimen negatif tarif dagang Presiden AS, Donald Trump.
Terpantau, hampir seluruh saham berkapitalisasi besar jatuh dalam pada pembukaan perdagangan Selasa pagi (8/4/2025).
Baca Juga: Suka Makan Daun Kelor? Ternyata Ini Manfaatnya, Bisa Turunkan Kolesterol Jahat
Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung putuskan trading halt di pembukaan perdagangan IHSG.
Menurut Direktur BEI, alasan trading halt baru dilakukan saat IHSG karena disebabkan faktor pembentukan harga yang terjadi saat pre-opening melalui mekanisme.
Sebelumnya, BEI juga sudah melaksanakan pengaturan ulang terhadap mekanisme batas penghentian sementara alias trading halt menjadi di atas 8 persen yang sebelumnya hanya di atas 5 persen.
Sekretaris Perusahaan BEI, penyesuaian ketentuan pelaksanaan penghentian sementara perdagangan efek dilakukan sebagai upaya untuk memberikan ruang likuiditas yang lebih luas bagi investor.
Pada hari ini, BEI melakukan trading halt sistem pada perdagangan pukul 09.00 dan dibuka kembali pada 9.30 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Langkah diambil untuk menjaga supaya perdagangan saham tetap teratur, wajar, dan efisien.
Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.38 WIB, IHSG tercatat di level 5.987, turun 522,92 poin .
Tercatat, penurunan tersebut mencapai 8,03 persen dari penutupan sebelumnya yang berada di angka 6.510.
Ada 11 saham tercatat menguat di zona hijau, sementara 586 saham berada di zona merah, dan 52 saham lainnya stagnan.
Nilai transaksi sampai saat ini mencapai Rp 4,96 triliun dengan volume 4,54 miliar saham.
Sebelumnya, BEI juga memutuskan trading halt selama 30 menit pada 18 Maret 2025 setelah IHSG turun sampai 5 persen.***

Share this article
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau terjun bebas sampai 596 poin atau 9,16 persen ke level 5.914, pada pembukaan perdagangan