AYOJAKARTA.COM — Dalam pidato resmi terkait masa depan bangsa, Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pendidikan adalah faktor penentu apakah Indonesia akan menjadi negara miskin atau negara yang baik bagi rakyatnya.
Meskipun anggaran pendidikan telah mendapatkan alokasi yang besar, Presiden Prabowo mengajak seluruh pihak untuk mengevaluasi efektivitas penggunaannya.
"Mari kita jujur kepada diri kita sendiri, tidak kita mencari kesalahan siapapun. Mari kita bertanya apakah anggaran pendidikan yang begitu besar sudah bertahun-tahun sampai atau tidak kepada alamat yang harusnya ditujukan," tegas Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya.
Dia menunjukkan keprihatinan bahwa masih banyak sekolah dalam kondisi rusak padahal anggaran seharusnya tersedia, bahkan menyoroti kasus-kasus ekstrem di mana "satu sekolah toiletnya hanya satu WC-nya satu," yang mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran pendidikan yang telah dialokasikan selama ini.
Baca Juga: Siap Berantas Kemiskinan! Prabowo Janji Bansos PKH dan BPNT Siap Cair Mei 2025
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa tanggung jawab perbaikan infrastruktur pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
"Ini saya ingatkan tanggung jawab dari pemerintah daerah, tanggung jawab dari walikota, bupati, gubernur bersama-sama," tegas Presiden ke-8 RI tersebut.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan anggaran yang cukup besar untuk perbaikan sekolah-sekolah, yaitu "16 hampir 17 triliun rupiah," namun jumlah ini hanya cukup untuk memperbaiki sekitar 11.000 sekolah.
Berdasarkan konfirmasi dari Menteri Pendidikan yang hadir dalam acara tersebut, total sekolah di seluruh Indonesia mencapai 330.000 unit.
Sehingga Presiden Prabowo menyimpulkan, "kalau kita perbaiki 11.000 ibu mungkin perlu 30 tahun sampai sekolah ini semua bisa diperbaiki," menggambarkan besarnya tantangan yang dihadapi dalam perbaikan infrastruktur pendidikan nasional.
Baca Juga: Solusi Harga Cabai Mahal, Menko Pangan dan Prabowo Imbau 1 Rumah Tanam 5 Pot Cabai, Warganet: Betapa Gagapnya Pejabat, Solusi Dibalikkan ke Rakyat
Menghadapi tantangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekadnya untuk melakukan penghematan dan efisiensi secara terus-menerus guna mempercepat proses renovasi fasilitas pendidikan.
"Kita tidak boleh menyerah, tidak boleh kita 30 tahun memperbaiki sekolah-sekolah itu. Karena itulah saya bertekad melakukan penghematan terus-menerus. Kita harus memperbaiki sebanyak-banyak sekolah seluruh Indonesia dalam waktu secepat-cepatnya," ujar Presiden Prabowo dengan penuh keyakinan yang disambut tepuk tangan hadirin.
Presiden ke-8 RI ini juga menegaskan komitmennya dengan menambahkan, "saya terus-menerus memikirkan bagaimana kita cari uang, bagaimana kita mengelola kekayaan kita, karena terus terang saja berkali-kali saya sampaikan kekayaan bangsa Indonesia masih terlalu banyak yang bocor dan tidak sampai ke rakyat."***

Share this article
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa tanggung jawab perbaikan infrastruktur pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.