AYOJAKARTA.COM – Luhut Binsar Panjaitan yang merupakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, angkat bicara soal perkara ijazah palsu Jokowi.
Kepada sejumlah awak media, Luhut Binsar Panjaitan yang sempat menjabat menteri di era Jokowi menilai perkara kasus ijazah palsu sudah membuang-buang waktu.
Akibat perkara dugaan ijazah palsu milik Jokowi yang terus membuahkan polemik, Luhut Binsar Panjaitan menganggap nilai-nilai persatuan dan kerukunan kini mengalami ancaman.
Baca Juga: Belajar dari Kasus Novel Baswedan, Bisakah KPK Kembali Kuat di Era Prabowo?
Untuk mencegah terjadinya masalah yang lebih parah, Menko Marves di era Presiden Jokowi mengajak rakyat untuk bisa bernalar secara sehat.
Perbedaan sudut pandang yang berujung pada perdebatan dan aksi saling serang, menurut Luhur sudah sepantasnya disudahi.
Dalam menghadapi berbagai permasalahan bangsa Indonesia saat ini, menurut Luhut membutuhkan sikap untuk saling menghargai bukannya kebenaran pribadi.
Karena itu, kepada awak media Luhut juga memberikan sindiran kepada pihak yang terus berkonflik untuk lebih menunjukkan sikap terdidik.
Menurut Luhut, kontribusi yang diberikan oleh Presiden Jokowi bagi Indonesia jauh lebih berarti dari sekedar persoalan ijazah.
Disamping menyampaikan rasa keprihatinan, Luhut juga menyebut bahwa dirinya sendiri tidak mengetahui dimana ijazahnya berada.
Sebelumnya, pada 15 Juli 2025 lalu, Rismon Sianipar sempat melaporkan Jokowi ke Polda DIY Yogyakarta atas penyebaran informasi palsu.
Penyebutan nama Kasmudjo sebagai Dosen Pembimbing Akademik yang sempat disampaikan oleh Jokowi, menurut Rismon bertolak belakang dengan pernyataan Kasmudjo.
Selain melaporkan Jokowi atas dugaan penyebaran informasi palsu, Rismon juga melaporkan Jokowi serta Rektor UGM atas kasus skripsi palsu.
Dalam laporan yang dilakukan pada 22 Juli 2025, Rismon menduga bahwa Profesor Ova Emilia ikut terlibat dalam kasus skripsi palsu.
Bukan hanya Rismon, sejumlah alumni UGM juga ikut melaporkan Jokowi ke Polda DIY Yogyakarta karena pernyataannya mengenai jurusan Teknologi Kayu.
Saat kasus perkara dugaan ijazah palsu memanas karena mulai menyentil sejumlah parpol, Jokowi justru diketahui mengikuti acara reuni bersama para angkatannya.
Baca Juga: Arai Agaska Cetak Sejarah! Strategi Matang Antar Kemenangan Perdana di R3 BLU CRU World Cup Hungaria
Dihadiri oleh sejumlah mantan alumni UGM, acara reuni tersebut justru menuai banyak pertanyaan dari berbagai kalangan.
Kemunculan sosok bernama Mulyono yang disebut-sebut pemilik asli foto dalam ijazah, oleh banyak kalangan justru dipertanyakan.
Sosok yang mengaku sebagai rekan satu angkatan Jokowi, menurut Dokter Tifa dan Pengacara M. Taufiq sosok Mulyono memiliki nama asli Wakidi.
Selain meragukan nama asli sosok yang mengaku Mulyono, Dokter Tifa juga menganggap bahwa Wakidi merupakan calo bus di Terminal Tirtonadi, Solo. ***

Share this article
Luhut Binsar Panjaitan yang merupakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, angkat bicara soal perkara ijazah palsu Jokowi.