AYOJAKARTA.COM - Menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, nama Anies Baswedan santer terdengar.
Anies Baswedan sudah dipastikan dirinya maju Pilpres 2024, dan telah didukung oleh 3 Partai sekaligus.
Yakni Partai PKS, Partai NasDem dan Partai Demokrat.
Baca Juga: Road to Ramadan 2023: Berikut Tips Lunasi Hutang Puasa yang Belum Terbayar
Seperti yang kita ketahui Anies Baswedan merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta, yang menjabat pada periode tahun 2017 hingga 2022.
Sementara menunggu waktu Pemilu Pilpres 2024, ada baiknya dalam menentukan pilihan pemimpin bangsa Indonesia dengan melihat track record dari calon presiden tersebut.
Dikutip ayojakarta.com dari kanal YouTube Auto Populer, berikut proyek infrastruktur Anies Baswedan baik yang sukses ataupun yang akhirnya mangkrar selama masa jabatanya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Proyek Anies Baswedan sering kali mendapat respons positif ataupun sebaliknya oleh warga DKI khususnya.
Adapun proyek infrastruktur Anies yang bisa dikatakan tidak berhasil antara lain:
1. Penyelenggaraan Formula E di Sirkuit Ancol
Perhelatan formula E ini dirasa KPK memakan biaya yang terlalu besar, sebagai perbandingan biaya yang dikeluarkan negara lain untuk menyelenggarakan acara ini berkisar Rp1,7 hingga Rp m17 miliar.
Sedangkan Indonesia harus ngeluarin sebesar Rp2,3 triliun.
Selain itu diketahui BUMN enggan menjadi sponsor Formula E menjadikan proyek ini minim dukungan.
2. Infrastruktur Fly Over Tapal Kuda
Proyek ini dirasa adalah proyek yang gagal karena hasilnya tidak begitu memuaskan.
Pasalnya proyek yang menelan biaya sebesar Rp140 milyar ini diketahui masih mengalami kemacetan pada pintu masuk fly over .
Padahal fly over ini dibuat untuk menghindari macet, tapi ternyata tidak menyelesaikan masalah, meskipun sudah menghabiskan dana ratusan miliar.
3. Pembangunan LRT (Lintas Raya Terpadu) Jakarta
Proyek ini seharusnya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI tapi ternyata tidak diselesaikan dengan sempurna.
Padahal pengembangan LRT ini sudah tertuang dalam Peraturan Presiden, jadi hukumnya wajib dan tidak boleh ditawar.
Alasan proyek ini selesai karena masih dalam tahap riset belum lagi alasan kalau proyek LRT ini tidak dianggarkan.
Akan tetapi proyek ini dapat diselesaikan oleh PJ Gubernur Heru Budi Hartono yang melanjutkan pengembangan Proyek LRT.
Baca Juga: Hebat! Sebelum Vonis Ferdy Sambo Cs, Pakar Mikro Ekspresi Sudah Prediksi Hasilnya Lewat Gestur Hakim
Meskipun begitu ada beberapa proyek yang memberikan dampak positif bagi masyarakat DKI Jakarta antara lain:
1. Pembangunan Underpass Extension
Pembangunan underpass ini dinilai berguna sekali untuk mengurangi kemacetan, apalagi serta mengurangi aksi kriminalitas yang sering terjadi dipersimpangan tersebut.
Berkat underpass tersebut, Simpang Senen juga menjadi terlihat lebih indah dibanding sebelumnya yang macet dan semrawut.
2. Pembenahan Sektor Transportasi Umum
Gubernur DKI Jakarta ke 17 ini mengintegrasikan seluruh jenis moda transportasi.
Dengan integrasi transportasi ini apapun yang menyangkut mode transportasi umum diatur oleh Pemprov.
Berkat integrasi transportasi umum yang diusung oleh pria kelahiran 7 Mei 1969 ini angkot juga mendapatkan revitalisasi dengan mengganti angkot yang tidak layak jalan menjadi lebih nyaman digunakan.
3. Proyek MRT
Proyek pembangunan MRT ini masih dalam tahap pengerjaan.
Pengembangan rute MRT ini sepanjang 223 KM dan Pemprov harus mendapatkan suntikan dana sebesar Rp214 Triliun.
Untuk proyek yang masih dalam pengerjakan selain MRT adal juga proyek Elevated Inner Loop Line, yang anggaran pengerjaannya mencapai Rp16 Triliun.***

Share this article
Jelang Pilpres 2024, yuk intip beberapa proyek Anies Baswedan ketika menjabat jadi Gubernur DKI Jakarta ada yang gagal dan tidak, apa saja?