AYOJAKARTA.COM - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Saputra Hasibuan turut tanggapi kasus yang menimpa seorang Jenderal Pol Teddy Minahasa sebagai hal yang memalukan.
Tanggapan itu ia sampaikan dalam wawancara eksklusif bersama KOMPAS TV, Kamis, 2 Maret 2023, Edi Hasibuan menyampaikan kekecewaan atas kasus tersebut.
Dalam sidang kasus jual-beli Narkoba kemarin, Rabu (1/3/2023) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, tersangka Linda Pujiastuti mengaku bahwa dirinya adalah istri siri dari pada mantan Kapolda Sumatera Barat.
Baca Juga: Update Kasus Penganiayaan David Ozora, Polisi Akan Jerat Mario Dandy dengan Pasal Terberat
"Yang pertama tentu saja kita prihatin ya, saya kira apa yang terjadi di dalam persidangan kemarin ya, banyak fakta-fakta yang disampaikan oleh Linda," kata Edi seperti yang dikutip dalam YouTube Kompas Tv, Kamis (2/3/2023).
Edi pun mengaku kaget dengan pernyataan Linda atas hubunganya dengan sang Jenderal Teddy Minahasa, pasalnya mantan Kapolda Sumatera Barat tersebut sudah memiliki istri dan keluarga.
"Banyak juga yang membuat kita kaget ya, bahkan Linda sendiri mengaku sudah lama mengenal namanya pak Teddy Minahasa, kemudian bahkan mengaku istri siri daripada Jenderal Teddy,"kata dia.
Lebih lanjut, Edi juga sempat menyinggung kedekatanya dengan Teddy Minahasa. Ia mengaku sudah lama mengenal sosok Teddy sebagai aparat penegak hukum.
"Tentunya ini akan membuat kita kaget, kenapa? karena kita tidak pernah bayangkan ada semacam kejadian seperti ini ya, karena yang saya tahu kebetulan memang saya kenal pak Teddy Minahasa lebih dari 20 tahun," ujarnya.
Namun, melalui ini Edi juga mengungkapkan banyak hal yang ia tidak ketahui tentang sosok kawannya tersebut. Menurutnya Teddy Minahasa sudah banyak berubah.
"saya tahu betul bagaimana sosoknya Jenderal Teddy ini, yang saya tahu tentu agak berbeda gimana ketika saya dulu mengenal yang bersangkutan," papar dia.
Edi pun berharap bahwa kasus ini adalah kasus yang terakhir kalinya terjadi dalam tubuh polri, pasalnya peristiwa seperti ini bisa saja menurunkan citra daripada Institusi Kepolisian dihadapan masyarakat.
"Jangan sampai ada lagi kasus serupa terjadi pada masa yang akan datang, kenapa demikian karena ini sudah menurunkan harkat dan martabat Polri di tengah masyarakat," kata Edi.
"Apa yang dilakukan oleh Teddy Minahasa ini tentunya akan merusak citra polisi," Sambungnya.
Bahkan Edi menilai apa yang terjadi pada Teddy Minahasa adalah suatu perbuatan yang memalukan, mengingat perilaku Teddy tidak mencerminkan sebagaimana seorang Jenderal di kepolisian.
"Terus kejadian ini menurut saya sangat memalukan karena saya tidak habis pikir bagaimana seorang jenderal masih bermain-main dengan narkoba," ucap Edi.***

Share this article
peristiwa seperti kasus Teddy Minahasa ini bisa saja menurunkan citra daripada Institusi Kepolisian dihadapan masyarakat.