AYOJAKARTA.COM - Kini Kementerian Keuangan atau Kemenkeu tengah disorot dari berbagai sisi, termasuk PNS yang bekerja di sana.
Hal ini disebabkan beberapa PNS dari Kemenkeu diperiksa KPK karena dinilai memiliki harta yang tak wajar.
Akhirnya Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan angkat bicara soal sejumlah PNS yang bermasalah tersebut.
Sri Mulyani mengusut isu dalam Kemenkeu yang tengah jadi bola panas.
Sejumlah PNS dari Kemenkeu diidentifikasi memiliki harta tak wajar.
Hal ini bermula dari PNS Kemenkeu, Rafael Alun Trisambodo yang hartanya dinilai tak wajar.
Harta kekayaan Rafael Alun memiliki sejumlah barang mewah dan harta.
Baca Juga: Ajak Prabowo Ganjar Saat Panen Raya, Kode Politik Jokowi? Ini Kata Pengamat Politik!
Kekayaan yang tak wajar ini menjadi sorotan dari Sri Mulyani dan membuat Kemenkeu terkait hal ini.
Diungkapkan Sri Mulyani jika ada nyaris seribu PNS Kemenkeu terlibat transaksi yang janggal.
Ada 964 PNS Kemenkeu yang disebut memiliki harta yang tak wajar.
Temuan nyaris seribu PNS Kemenkeu ini adanya kerja sama dengan PPATK.
Sepanjang tahun 2007 hingga 2023 ini Kemenkeu sudah menyurati PPATK hingga 266 surat terkait pengaduan transaksi yang janggal ini.
"Ada 964 pegawai yang diidentifikasikan, ini dari 2007-2023," ucap Sri Mulyani dikutip AyoJakarta.co, dari YouTube KompasTV pada Minggu (12/3/2023).
"Kalau kita bilang harapannya mungkin 60-an dari jumlah karyawan di Kemenkeu itu pernah mencapai 80 ribu dan sekarang 74 ribu," tambahnya.
Angka ini dinilai mengejutkan karena ASN Kemenkeu berjumlah 74 ribu.
Muncul juga transaksi janggal dari pejabat hingga senilai Rp300 triliun.
Sri Mulyani sempat mengaku tidak mengetahui terkait kasus ini.
Sehingga ia akan meminta detail pada Mahfud MD Menkopolhukam dan Ketua PPATK Ivan Yustiavandana.***

Share this article
Diungkapkan Sri Mulyani jika ada nyaris seribu PNS Kemenkeu terlibat transaksi yang janggal. Lalu bagaimana?