AYOJAKARTA.COM - Gunung Merapi kembali erupsi dan membuat masyarakat sekitar menjadi waspada.
Belakangan viral sebuah awan panas berbentuk tokoh pewayangan Petruk yang berasal dari Gunung Merapi tersebut.
Awan panas Gunung Merapi berbentuk tokoh pewayangan Petruk atau masyarakat menyebutnya Mbah Petruk ini pun membuat heboh warga sekitar.
Baca Juga: BPPTKG: Muncul Api Diam di Kubah Lava Gunung Merapi, Bahaya Kah?
Masyarakat khawatir bahwa adanya fenomena awan panas berbentuk Mbah Petruk ini dikhawatirkan sebagai tanda adanya bahaya seperti 2010 silam.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews pada Sabtu, 17 Maret 2023 Edi Wasoni, Kepala BPBD Magelang turut menanggapi fenomena menghebohkan itu.
Menurut Edi Wasoni, adanya isu dan fenomena tersebut menjadi informasi yang penting baginya.
Baca Juga: Tanggap Bencana Erupsi Gunung Merapi, BRI Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak
“apapun informasi dari masyarakat entah itu bentuknya kumpulan awan diartikan Mbah Petruk, kemudian diartikan apapun bentuknya itu sebuah informasi yang berharga bagi kami,” kata Edi.
Namun Edi Wasoni, Kepala BPBD Magelang menghimbau kepada masyarakat khusunya masyarakat yang tinggal di dekat Lereng.
Agar senantiasa tidak percaya dengan informasi yang sifatnya menyesatkan atau tidak dapat dipertanggung jawabkan.
BPBD sendiri mempersilahkan soal isu tersebut namun masyarakat diminta untuk tidak mengartikan fenomena itu adalah fenomena yang belum tentu benar.
“kalau gambaran seperti itu kami persilahkan tapi mohon sekiranya jangan diartikan yang neko-neko,” kata Edi.
Sementara itu Surono, Pakar Vulkanologi menilai bahwa fenomena awan panas berbentuk Petruk itu tidak akan menjadi penyebab tragedi yang sama seperti tahun sebelumnya, di 2010.
Hal itu karena jika dilihat dari aspek kegempaan dan guguran awan sudah seperti Merapi yang dikenal dunia.
“saya kira untuk menjadi 2010 itu seperi ayam jauh dari panggang, nggak akan pernah terjadi dari aspek kegempaannya itu nggak memungkinkan, kemudian guguran-guguran yang terjadi sesempurna merapi yang dikenal dunia bahwa dimanapun gunung merapi di dunia ini, yang prosesnya membentuk kubah lava, kemudian kubah lavanya gugur dan diikuti awan panas guguran itulah tipe merapi,” ujarnya.***

Share this article
Kepala BPBD Magelang mengimbau masyarakat senantiasa tak percaya dengan informasi yang sifatnya menyesatkan.