AYOJAKARTA.COM – Sering kali terdapat perbedaan dalam menentukan 1 Ramadan atau hari pertama berpuasa dari Muhammadiyah dan NU, maka Ustaz Abdul Somad memberikan sebuah solusi.
Ustaz Abdul Somad menyadari bahwa masyarakat kadang bingung dalam menjalankan ibadah puasa di hari pertama Ramadan ketika ada perbedaan keputusan penentuan 1 Ramadan.
Menurut Ustaz Abdul Somad pertentangan penentuan 1 Ramadan terjadi antar masyarakat karena sidang Isbat diekspose.
Baca Juga: Ramai Wacana Duet Ganjar- Prabowo Maju di Pilpres 2024, Ketua DPP PDIP Bilang Begini
Maka dari itu diputuskan sidang Isbat dilakukan secara tertutup, jadi ketika ada perbedaan pendapat antara Muhammadiyah dan NU dapat didiskusikan terlebih dahulu secara internal tanpa diketahui masyarakat.
Nantinya ketika sudah mencapai kata sepakat maka baru diumumkan kepada masyarakat, sehingga masyarakat menerima satu suara. Hal ini juga terjadi di Mesir antara hisab ilmu astronomi dengan rukyat.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Tanya UAS (20/3/2023), dengan diskusi yang dilakukan secara internal tersebut dinilai sangat baik oleh Ustaz Abdul Somad.
“Andai ini terjadi amat sangat baik, bagus, positif, orang luar agama kita tidak membenturkan kita,” kata Ustaz Abdul Somad.
Namun ketika terdapat perbedaan antara ormas dengan negara, Ustaz Abdul Somad menyarankan untuk mengikuti apa yang diyakini bear.
“Ikutlah apa yang engkau yakini benar menurut engkau walaupun 1000 orang berfatwa, memberikan fatwa kepadamu,” kata Ustaz Abdul Somad.
Baca Juga: Link Tiket Gratis Masuk Ancol 21 Maret 2023, Segera Dapatkan Hanya dengan Klik di Sini!
Menurut Ustaz Abdul Somad fatwa yang dikeluarkan baik oleh Muhammadiyah maupun NU sama-sama benar, tidak ada yang salah.
Yang membuat keduanya kadang kali memiliki perbedaan dalam menentukan 1 Ramadan adalah karena penetapan angka minimal.
NU menetapkan angka 2 derajat untuk dapat mengatakan hilal, maka jika kurang dari 2 derajat belum bisa ditentukan sebagai hilal.
Sedangkan Muhammadiyah memiliki ketetapan angka yang berbeda, bahwa 0,5 derajat pun sudah bisa dikatakan hilal.
Penetapan 2 derajat ini sudah disepakati oleh 6 negara yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Ustaz Abdul Somad sendiri selama ini mengikuti keputusan penetapan 1 Ramadan yang disampaikan oleh negara.***

Share this article
Jika ada perbedaan dalam menentukan 1 Ramadan, Ustaz Abdul Somad berikan solusi simana masyarakat bisa ikuti..