AYOJAKARTA.COM--Ramadan 1444 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2023 masehi, telah memasuki pertengahan bulan.
Setiap tahun, datangnya bulan Ramadan yang menjadi momentum penyucian diri, selalu dinantikan oleh umat muslim.
Sebab pada bulan Ramadan segala kebaikan yang dilakukan setiap muslim memiliki muatan nilai ibadah dan ketaatan berbeda.
Satu hal yang menjadi menarik tentang datangnya bulan Ramadan akan dialami oleh umat muslim pada tahun 2030 masehi.
Sebab pada tahun tersebut, umat muslim akan menjalankan puasa Ramadan sebanyak dua kali dalam setahun.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Hukum Menjual Makanan di Siang Hari Ketika Bulan Ramadan Kata Buya Yahya
Diperkirakan pada tahun 2030 mendatang, puasa Ramadan yang pertama akan dirasakan oleh umat muslim di sekitar tanggal 5 Januari 2030.
Sementara di tahun yang sama, pada sekitar tanggal 26 Desember 2030 umat muslim akan kembali merasakan datangnya bulan Ramadan.
Hal tersebut menjadi sangat mungkin terjadi, karena adanya perbedaan sistem penanggalan antara tahun Hijriah dengan tahun Masehi.
Dimana setiap tahun antara sistem kalender masehi dengan kalender hijriah memiliki selisih sebanyak 11 hari.
Adanya akumulasi perbedaan hari antara kedua sistem penanggalan tersebut memungkinkan terjadinya penyusulan tahun hijriah terhadap tahun masehi.
Sebagaimana diketahui, penentuan kalender Hijriah merujuk pada perputaran atau rotasi bulan dalam planet bumi.
Sehingga untuk menjadi genap terhitung sebagai satu tahun, dengan sistem penanggalan hijriah akan membutuhkan waktu sekitar 354 hari.
Sementara sistem penanggalan Masehi yang banyak dijadikan sebagai penentu tahun baru, merujuk pada perputaran Bumi dalam mengelilingi matahari.
Untuk menjadi hitungan genap setahun, dengan sistem penanggalan masehi akan dibutuhkan waktu selama 365 hari.
Dengan mengacu pada rentang waktu tahun hijriah, maka tidak mengherankan jika puasa ramadan selalu mengalami percepatan atau lebih maju setiap tahunnya.
Baca Juga: Berbahagialah! Ini 2 Kegembiraan Bagi Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadan
Adanya perbedaan selisih hari antara tahun hijriah dengan tahun masehi, juga berdampak pada datangnya bulan Ramadan.
Ini yang kemudian menjadi sangat memungkinkan jika pada tahun 2030 yang akan datang, umat muslim akan merasakan dua kali bulan ramadan.
Ramadan pertama dilakukan di awal-awal bulan Januari, sedangkan Ramadan selanjutnya diperkirakan terjadi pada 26 Desember 2030.
Fenomena adanya dua kali bulan ramadan di tahun hijriah dalam setahun pada kalender masehi terjadi setiap 30 tahun sekali.
Dimana dalam setiap kurun waktu 30 tahun tersebut, terdapat selisih waktu sebanyak 330 hari antara kalender masehi dengan kalender hijriah.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Kamis, 6 April 2023 dari akun instagram faktanyagoogle. ***

Share this article
Satu hal yang menjadi menarik tentang datangnya bulan Ramadan akan dialami oleh umat muslim pada tahun 2030 masehi.