Ferdy Sambo Tetap Dapat Vonis Mati, Pakar Hukum Nilai Ada 3 Cara Otak-atik Hukuman, Apa Saja?

Ferdy Sambo
Ferdy Sambo

AYOJAKARTA.COM – Ferdy Sambo yang mendapat vonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi ketika menjawab bandingnya.

Namun nyatanya hukuman yang akan didapat oleh Ferdy Sambo masih bisa diotak-atik menjadi lebih ringan.

Hal ini disampaikan oleh Pakar Hukum Pidana Aristo Pangaribuan yang mengatakan bahwa hukuman mati untuk Ferdy Sambo dinilai nyaman untuk Hakim.

Baca Juga: Pembacaan Nota Pembelaan, Teddy Minahasa Percaya ada Upaya Melakukan Pembunuhan Karakter, Benarkah?

Karena tuntutan dari publik untuk menghukum Ferdy Sambo terpenuhi, sedangkan hukuman mati untuk Ferdy Sambo fleksibel masih bisa diotak-atik didukung pula dengan adanya KUHP baru yang akan segera diberlakukan.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews (13/4/2023), menurut Aristo Pangaribuan, ada 3 cara untuk bisa mengotak-atik hukuman, yaitu :

1. Kasasi

Tindakan meminta bantuan kepada Mahkamah Agung ini bernama kasasi yang bisa dilakukan oleh terdakwa yang merasa tidak setuju dengan vonis yang ditetapkan Pengadilan Tinggi.

Baca Juga: Pertama Kali Terjadi! Kecemburuan Pengacara Ferdy Sambo Dalam Memori Banding Soal Vonis Richard Eliezer

Setelah melalui Pengadilan Tinggi masih ada Mahkamah Agung yang bisa mengoreksi Pengadilan Negeri dan juga Pengadilan Tinggi dalam menentukan vonis Ferdy Sambo.

“Yang pertama masih ada kasasi, kasasi itu ke Mahkamah Agung. Mahkamah ini bosnya pengadilan tinggi dan pengadilan negeri,” kata Aristo.

2. Upaya hukum luar biasa, berupa penindakan kembali

Upaya ini hanya berlaku jika pada kondisi-kondisi tertentu misalnya saja ditemukan bukti baru yang bisa memperingan putusan.

“Ada upaya hukum luar biasa, kenapa luar biasa? Karena hanya bisa dilakukan karena adanya keadaan-keadaan luar biasa itu namanya peninjauan kembali,” kata Aristo.

Baca Juga: Sia-sia! Kuat Maruf Tetap Dipenjara 15 Tahun, Upaya Banding Ditolak Seperti Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

3. Grasi Presiden

Memohon ampunan dari Presiden agar bisa merubah hukuman menjadi lebih ringan. Hal ini dimungkinkan terjadi keringanan hukuman bahkan bebas jika presiden bersedia memberikan grasi.

“Ada yang namanya udah deh saya minta ampun kepada Presiden, itu namanya grasi,” ujar Aristo.

Pada kenyataannya jika vonis hukuman Ferdy Sambo sudah inkrah dihukum mati maka ia tidak akan langsung dieksekusi tetapi akan dipenjara terlebih dahulu selama 10 – 15 tahun.

Baca Juga: Ketagihan! TikToker Awbimax yang Viral Kembali Kuliti Bobroknya Lampung Dalam Part 2

Hal ini dilakukan karena membunuh seseorang bukanlah hal yang sepele meskipun berdasarkan pada ketetapan hukum.

Aristo mengingatkan bahwa pada KUHO baru yang akan berlaku pada 2025 mendatang, hukuman mati dianggap tidak berlaku karena adanya kesempatan yang harus diberikan kepada terdakwa untuk bertaubat selama 10 tahun.

Jika selama menjalani penahanan selama 10 tahun tersebut, narapidana berkelakuan baik maka hukuman mati dapat diubah menjadi ringan misalnya saja hukuman seumur hidup.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kasus Brigadir J
# vonis ferdy sambo
# kasasi
# Ferdy Sambo

News Update

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.