AYOJAKARTA.COM– Menjadi CPNS masih menjadi prioritas banyak siswa siswi di bangku kelas XII, namun banyak sekolah kedinasan yang mewajibkan untuk satu jurusan tertentu dengan nilai tertentu.
Namun hal ini tidak berlaku bagi yang ingin menjadi bagian dari Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sekolah Tinggi Meteorologi dan Geofisika (STMKG) buka 80 formasi untuk semua jurusan di sekolah menengah.
Dikutip oleh ayojakarta.com melalui lama resmi STMKG pada 14 April 2023, diketahui bahwa terdapat beberapa persyaratan lain, meskipun semua calon taruna/i dapat mendaftar di STMKG tanpa memandang jurusan di sekolah maupun nilai.
Dalam pengumuman yang diunggah di laman PTB STMKG, BMKG mengumumkan bahwa tahun ini terdapat 80 formasi yang disediakan untuk program afirmasi. Program ini dikhususkan bagi putra-putri Orang Asli Papua (OAP) yang berasal dari wilayah Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan putra-putri afirmasi daerah lainnya seperti Provinsi Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Maluku.
Untuk menjadi calon taruna STMKG, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para calon.
Persyaratan umumnya adalah pria atau wanita yang tidak memiliki buta warna dan merupakan WNI serta sehat secara jasmani dan rohani.
Calon taruna dapat berkacamata dengan lensa spheris maksimal minus (-) 4 D dan lensa silindris maksimal minus (-) 2 D.
Calon taruna juga harus bersedia melakukan pengobatan LASIK dengan biaya sendiri apabila diterima/lulus seleksi, yang mana berusia antara 15 hingga 23 tahun pada tanggal 1 September 2023.
Selain itu, calon taruna diharuskan belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan, bebas narkoba yang dibuktikan dengan tes kesehatan, dan tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain.
Tinggi badan minimal yang diperlukan adalah 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita, dengan berat badan yang seimbang.
Penempatan di seluruh wilayah Indonesia apabila bekerja di BMKG harus disetujui sejak mengenyam pendidikan di STMKG
Baca Juga: Tips Jitu Agar Lolos Seleksi CPNS 2023, Bisa Dipraktekkan dari Sekarang Lho, Apa Saja? Simak di Sini
Bagi peserta afirmasi, mereka harus memiliki akta kelahiran dan domisili sesuai identitas KTP/KK di provinsi yang telah disebutkan, serta telah menyelesaikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, atau sekolah menengah atas di provinsi tersebut.
Persyaratan akademik yang harus dipenuhi adalah lulus/akan lulus dari sekolah menengah, seperti Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau yang sederajat.
Seperti yang diketahui, 80 formasi yang ada berlaku untuk semua jurusan di sekolah menengah atau yang sederajat.
Sementara apabila calon taruna merupakan lulusan baru dan belum memiliki ijazah, wajib menggunakan Surat Keterangan Lulus/Surat Keterangan Aktif di Kelas XII.
Baca Juga: KABAR GEMBIRA, Hilal CPNS 2023 Sudah Mulai Terlihat, KemenPAN-RB Beri Bocoran Ini!
Untuk peserta afirmasi Orang Asli Papua (OAP), mereka juga harus mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau Ketua/Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk menjadi taruna-taruni Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).
Sekolah ini merupakan salah satu sekolah kedinasan di bawah naungan BMKG yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.***

Share this article
CPNS masih menajdi salah satu idaman bagi beberapa kalangan. Simak informasi berikut terkait penerimaan CPNS BMKG.