AYOJAKARTA.COM--Puncak arus balik sudah mulai terjadi pada senin malam, terlebih di jalur Pantura yang diprediksikan akan terjadi hingga selasa malam.
Kepadatan arus balik yang terjadi di jalur Pantura mulai pada hari ke 2 lebaran, untuk mengantisipasi hal ini polisi menerapkan rekayasa lalu lintas one way.
Polisi terapkan rekayasa lalu lintas one way di jembatan Pemali dengan tujuan mengurai kepadatan lalu lintas kendaraan pada arus balik kali ini.
AKBP Guntur M Tariq selaku Kapolres Brebes menyampaikan bahwa ada kenaikan volume kendaraan di wilayah barat dan timur.
"Terjadi peningkatan volume kendaraan terutama di wilayah barat dan timur, mengingat saat ini sudah diberlakukan one way nasional, mulai dari Kalikangkung menuju wilayah Pejagan Brebes menuju wilayah Jawa Barat," ungkap AKBP Guntur M Tariq dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews.
Kemudian AKBP Guntur M Tariq menyatakan bahwa telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus dari barat menuju Jalingkut.
"Saat ini terutama di jembatan Pemali sudah melakukan rekayasa lalu lintas, kita sudah mulai alihkan arus dari wilayah barat menuju Jalingkut," jelas AKBP Guntur M Tariq.
"Kami sudah koordinasi dengan polresta Tegal Kota, sudah dilakukan penarikan sehingga yang berada di dalam Brebes sendiri kita bikin one way juga, satu arah menuju ke arah barat dari timur," lanjutnya.
Polisi memberikan himbauan bagi yang menggunakan jalur Arteri Pantura tetap berhati-hati, dan mematuhi setiap rambu-rambu lalu-lintas.
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Joko Widodo Presiden RI menyampaikan prediksi jumlah kendaraan pada arus balik yang meningkat dari jumlah normalnya.
"Kementerian perhubungan (Kemenhub) memprediksi setidaknya 203.000 kendaraan perhari dari arah timur jalan tol Trans Jawa dan dari arah Bandung diperkirakan akan melalui tol Jakarta-Cikampek," ungkap Joko Widodo.
"Tentu ini merupakan jumlah yang sangat besar dibandingkan dari jumlah normalnya yaitu 53.000 kendaraan," sambungnya.
Presiden pun menghimbau kepada masyarakat yang tidak berkepentingan mendesak untuk menghindari puncak arus balik yang terjadi pada 24 dan 25 April 2023.
Baca Juga: Siap-siap Puncak Arus Balik Lebaran 2023, Tanggal Berapa? Ini Kata Kepolisian
"Oleh karena itu untuk memecah penumpukan yang terjadi pada puncak arus balik di tanggal 24 dan 25 april secara bersamaan pemerintah mengajak masyarakat yang tidak ada keperluan mendesak untuk menghindari puncak arus balik tersebut," ujar Joko Widodo.
"Dengan cara menunda atau mengundurkan jadwal kembali mudik setelah tanggal 26 April 2023, ketentuan ini berlaku untuk ASN, TNI, POLRI, BUMN ataupun pegawai swasta yang tekniknya dapat diatur oleh instansi atau perusahaan masing-masing," pungkasnya.***

Share this article
Polisi terapkan rekayasa lalu lintas one way di jembatan Pemali untuk mengurai kepadatan lalu lintas kendaraan pada arus balik kali ini.