AYOJAKARTA.COM – Mendekati perhelatan Pemilu 2024, kabar mengejutkan datang dari Partai Amanat Nasional yang mencalonkan Erick Thohir sebagai Cawapres.
Keputusan PAN mendukung Erick Thohir untuk maju sebagai Cawapres bertolak belakang dengan dukungan kepada sejumlah Capres di Pemilu 2024.
Sebagaimana diketahui, sejumlah partai masih belum menyatakan dukungan terhadap 3 Capres yang maju di Pemilu 2024.
Pernyataan PAN yang mencalonkan Erick Thohir sebagai Cawapres disampaikan langsung oleh Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum PAN.
“Ya kami memang beberapa kesempatan mencalonkan saudara Erick,” terang Zulkifli kepada awak media.
Sehubungan dengan konstelasi politik nasional yang kian dinamis, Presiden Joko Widodo mengundang 6 Ketua Parpol untuk datang ke istana malam ini.
Adanya pertemuan tersebut menurut Eddy Soeparno selaku Sekjen PAN merupakan bentuk tindak lanjut dari rencana Presiden.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi beserta sejumlah menteri sempat menghadiri acara yang diadakan oleh PAN.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden berencana mengumpulkan Ketua-ketua Umum Parpol setelah lebaran,” jelas Eddy.
Sehingga pertemuan 6 Ketua Parpol yang dilakukan malam ini di istana merupakan realisasi dan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Film Tayang Mei 2023 di Bioskop Indonesia, Terakhir Paling Ditunggu-tunggu!
Pertemuan antara Presiden dengan 6 Ketua Parpol yang merupakan tindak lanjut tersebut, juga tanggapi oleh Ketua DPP Partai Gerindra.
Danil Anzar Simanjuntak selaku Ketua DPP Gerindra juga menyebut bahwa Ketua Umum Gerindra akan hadir dalam pertemuan bersama Presiden.
Selain menyangkut silaturahmi dan komunikasi politik, pertemuan tersebut menurut Danil merupakan hal penting untuk direalisasikan.
Danil menambahkan, bahwa komunikasi-komunikasi politik tetap perlu dilakukan sampai menjelang pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: Bantah Jadi Selingkuhan, Tenri Ajeng Anisa Layangkan Somasi Terbuka untuk Virgoun dan Inara Rusli
Terkait dengan agenda pertemuan antara Presiden dengan 6 Ketua Parpol, Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan memberi tanggapan.
Menurut Djayadi, pertemuan yang dilakukan malam ini di istana merupakan indikasi adanya potensi lahirnya Koalisi Besar.
Dimana dalam pertemuan 6 Ketua Parpol membutuhkan figur yang akan berperan sebagai jembatan antara masing-masing parpol.
“Jadi kalau ada wacana Koalisi Besar, untuk menyatukan dalam konteks Pilpres maka harus ada yang menjadi jembatannya,” ujar Djayadi.
Lebih lanjut, Djayadi Hanan menyebut bahwa figur yang dapat berperan sebagai jembatan adalah Presiden Jokowi sebagai orang dihormati oleh semua partai peserta.
Namun demikian Djayadi tidak menampik adanya pilihan lain, yakni menyatukan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sebagai pasangan Capres dan Cawapres.
“Pertanyaannya, bersediakan Prabowo menjadi Wakil Presiden?” pungkas Djayadi seperti dikutip Ayojakarta pada Selasa, 2 Mei 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***

Share this article
Apa agenda Presiden Joko Widodo mengundang semua Ketua Parpol ke Istana? Simak selengkapnya langsung di artikel ini yuk!