AYOJAKARTA.COM - Megawati Soekarnoputri mengaku kesal saat melihat kasus yang menjerat sejumlah oknum institusi kepolisian beberapa waktu belakangan ini.
Salah satu kasus yang disorotnya yakni kasus pembunuhan berencana yang dilakukan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terhadap ajudannya sendiri yang bernama Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada tahun 2022 silam.
Hal tersebut diungkapkan Megawati saat memberikan arahan dan membuka acara seminar bertajuk Haluan Pembagunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 di Hotel The Trans Hotel Resort Bali, Badung, Bali, Jumat (5/5/2023).
Baca Juga: Kesal dengan Kasus Sambo dan AKBP Achiruddin, Megawati: Gile Polisi Sekarang Arogan Banget
Dalam acara tersebut, Megawati Soekarnoputri secara blak-blakan mengatakan bahwa ia tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran para penegak hukum itu.
"Untuk apa toh. Polisi mbok bagus-bagus gitu coba toh yo. Apa sih pak yang dicari sama polisi sekarang?" tanya Megawati Soekarnoputri.
Selain itu, ia mengaku bahwa ada seorang mantan kapolri yang menemuinya dirinya untuk minta tolong dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh terpidana mati Ferdy Sambo kala itu.
"Mantan Kapolri datang waktu ada peristiwa Sambo, minta tolong. Ibu, itu tolong dong jangan kami dengar karena keadaan seperti itu polisi kemudian akan digabung atau ditaruh di sebuah Kementerian," kata Megawati Soekarnoputri dengan kesal.
Baca Juga: Sebut Polisi Sekarang Arogan, Megawati Soekarnoputri: Insaf Toh Pak, Saya Kesal!
Presiden RI Ke-5 ini lalu meluapkan amarahnya kepada mantan kapolri tersebut dan disuruh menyelesaikan permasalahan yang ada di instansi Polri.
"Ngamuk lah saya. Lho kok saya lagi disuruh bantuin kamu, kamu udah tanggung jawab dong, anak buahmu kok kaya ngono," katanya lebih lanjut.
Megawati Soekarnoputri juga meminta seluruh oknum polisi untuk insaf dan tidak melakukan perbuatan seperti korupsi lagi.
"Udah deh insaf deh enggak usah korupsi korupsi," jelasnya.
Di samping itu, Megawati Soekarnoputri mengaku tidak percaya dengan alasan Ferdy Sambo kala itu yang tega menghabisi anak buahnya sendiri.
Namun ia enggan untuk menceritakan bagaimana detail peristiwa yang menjerat Ferdy Sambo ketika diceritakan oleh mantan kapolri yang datang menemuinya saat minta tolong.
"Saya sampai ngeliat Pak Sambo itu kasihan loh, kok bisa loh. Saya mikir, apa lah maunya dan saya kalau alasan seperti itu saya enggak percaya, saya enggak mau cerita," jelasnya dikutip AyoJakarta.com pada Sabtu (6/5/2023) dari YouTube Kompas TV.
Sebagai informasi, dalam kasus pembunuhan berencana tersebut ke-5 terpidana sudah mendapatkan hukumannya.
Ferdy Sambo dihukum mati, Istrinya Putri Candrawathi dipidana 20 tahun penjara, Kuat Maruf 15 tahun penjara, Ricky Rizal 13 tahun penjara dan Richard Eliezer dihukum 1 tahun 6 bulan penjara.
Untuk empat terpidana lainnya masih mengajukan banding setelah ditolak oleh PT DKI Jakarta.
Sedangkan Richard Eliezer, hukumannya sudah inkrah karena tidak melakukan banding.***

Share this article
Megawati Soekarnoputri merasa kesal dengan banyaknya masalah yang dibuat oknun kepolisian, salah satunya Ferdy Sambo.