AYOJAKARTA.COM--Ganjar Pranowo sempat menemui 32 Biksu yang sedang melakukan ritual Tudhong dengan melakukan perjalanan dari Thailand ke Indonesia.
Pasalnya Ganjar Pranowo menemui para biksu saat beristirahat di sebuah mushola di Kabupaten Semarang jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah itu menyempatkan diri menyapa, dan bercengkrama dengan para biksu, dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews.
Ganjar Pranowo menilai penyambutan dari masyarakat terhadap para biksu itu sangat bagus.
"Tentu saja sambutan masyarakat sangat bagus sekali, ada satu yang menarik hari ini mereka istirahat di mushola," ungkap Ganjar Pranowo.
Baca Juga: Perjalanan 32 Biksu Menuju Candi Borobudur Akan Dihentikan Sementara untuk Istirahat, di Mana?
Bahkan Ganjar Pranowo menyatakan bahwa sambutan dari masyarakat adalah cerminan atas keramahan bangsa Indonesia.
"Sebenarnya cerminan yang sangat bagus, masyarakat membantu, masyarakat menyambut para Biksu dari Thailand yang sudah berjalan sangat-sangat jauh," jelas Ganjar.
"Dan sebentar lagi akan sampai di Borobudur, untuk memulai prosesi-prosesi ritual keagamaan, tentu kita menyambut dengan senang tamu-tamu kita, mudah-mudahan ini cerminan keramahan Indonesia terhadap siapapun," sambungnya.
Menurut informasi, 32 biksu itu berjalan dari Nakhon Si Thammarat Thailand sejak 23 Maret 2023, dengan tujuan akhir adalah Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.
Para biksu akan melaksanakan acara perayaan Hari Raya Waisak, ritual Tudhong ini dilakukan selama 4 bulan dalam setahunnya.
Baca Juga: Makin Viral 32 Biksu Melakukan Thudong ke Candi Borobudur, Ini 3 Fakta Uniknya
Tentunya perjalanan ke 32 biksu ini bukan ritual keagamaan biasa seperti dikutip Ayojakarta.com melalui suara.com.
Makna yang utama dari perjalanan yang disebut Tudhong ini yaitu agar para biksu memperoleh pengetahuan lebih tentang Buddha.
Harapannya dari ritual perjalanan itu dapat membersihkan hati dan pikiran para biksu, dan selama perjalanannya mereka hanya memakai jubah biksu, kaus kaki, dan sandal.
Sebelum perjalanannya para biksu telah diambil sumpah untuk hidup mengembara sebagai pengembara.***

Share this article
Ganjar Pranowo menyatakan bahwa sambutan dari masyarakat adalah cerminan atas keramahan bangsa Indonesia.